Pengertian Kepemimpinan
Pengertian Kepemimpinan Pendidikan
a.
Pengertian Kepemimpinan
Pengertian “kepemimpinan” bersifat universal dan terdapat pada berbagai bidang kehidupan manusia.
Secara umum kepemimpinan (leadership) berarti:” Kemampuan dan kesiapan yang
dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak,
menuntun, menggerakkan, dan bila perlu memaksa orang lain agar ia menerima
pengaruhnya dan selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu
maksud atau tujuan tertentu (Hendiyat
Soetopo & Wasti Soemanto, 1998:1).
Untuk lebih jelasnya
definisi kepemimpinan ini, penulis kemukakan beberapa pendapat antara lain:
Drs. Mardjan Syam dalam bukunya Kepemimpinan dalam Organisasi
mengatakan bahwa: “kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan guna mempengaruhi
serata menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan atau proses
pemberian bimbingan dari pimpinan atau teladan, pemberian jalan yang mudah
(fasilitas) dari pekerjaan orang lain yang terorganisir dalam organisasi formal
guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan” (Drs. Mardjan Syam, 1998:2).
Ngalim Purwanto dalam bukunya Administrasi dan Supervisi
Pendidikan mengatakan bahwa: “kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian
kemampuan dan sifat-sifat kepribadian termasuk didalamnya kewibawaan, untuk
dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka
mereka mau dan dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela,
penuh semangat, ada kegembiraan batin serta merasa tidak terpaksa (Ngalim
Purwanto,1995:26).
Hadari Nawawi dalam
bukunya Administrasi Pendidikan mengatakan bahwa:
Kepemimpinan adalah proses mengarahkan, membimbing,
mempengaruhi, atau mengawasi pikiran,
perasaan atau tindakan dan tingkah laku orang lain.
Kepemimpinan adalah
tindakan atau perbuatan diantara perseorangan dan kelompok yang menyebabkan
baik orang, seorang maupun kelompok bergerak kearah tujuan tertentu (Hadari Nawawi, 1989:79).
Dari beberapa definisi kepemimpinan tesebut diatas, dapat
diambil pengertian lain bahwa:
1. Kegiatan menggerakkan orang-orang berarti
keseluruhan proses pemberian motivasi agar mereka suka dan mau bekerja secara
tulus dan sungguh sungguh demi tercapainya suatu tujuan secara efektif, efisien
dan ekonomis. Oleh karena itu baik pemimpin maupun yang dipimpin harus berusaha
bersama untuk mencapai tujuan bersama, disamping itu rasa persatuan harus
selalu diciptakan dan dipelihara dalam suatu kelompok.
2.
Kegiatan
tersebut dilakukan oleh seorag yang berani tampl kedepan dengan memberikan
bimbingan mempengaruhi dan mendorong terwujudnya tindakan-tindakan atau tingkah
laku yang terarah pada tujuan.
Berangkat dari pengertian mempengaruhi, membimbing, dan mendorong orang lain,
kepemimpinan dapat dibagi atas:
1.
Kepemimpinan tidak langsung (indirect leadership)
; seperti kepemimpinan seorang ahli
ilmu, seorang pengarang, seorang artis, dengan melalui karangan,
karangan atau buku-bukunya.
2.
Kepemimpinan langsung (direct leadership) ;
pengaruh-pengaruh kepemimpinan ini dilakukan melalui sikap, perbuatan dan
kata-kata secara lansung terhadap anak buah atau pengikutnya. Kepemimpinan
macam ini disebut juga “face to face leadership” .
Dari definisi-definisi dan pembagian kepemimpinan sebagaimana
tersebut diatas, dapatlah diambil
suatui kesimpulan bahwa, kepemimpinan adalah seluruh serangkaian kemampuan dan
sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sarana
dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau bekerja dan dapat
melaksanakan apa yang dikehendaki oleh pimpinannya dengan rela, penuh semangat
demi tercapainya suatu tujuan.