Posts

Showing posts with the label Skema Elektronik

Rangkaian Loudspeaker Protector Soft Start

Image
Rangkaian Loudspeaker Protector Soft Start | Rangkaian ini berfungsi untuk melindungi loudspeaker dari tegangan DC yang mungkin terjadi akibat adanya kerusakan pada power amplifier. Jika power amplifier rusak dan tegangan DC dari catu daya langsung menuju loud speaker, ini akan berakibat fatal pada loud speaker yang mengakibatkan spul loudspeaker akan terbakar. Biasanya kerusakan yang seperti ini banyak terjadi pada rangkaian- rangkaian power amplifier yang finalnya menggunakan transistor. Anda tidak ingin mengorbankan speaker yang harganya luar biasa mahal khannn?... Pada speaker protector ini terlihat skema rangkaian pada gambar dibawah, kita akan memanfaatkan relay (RL1) yang tugasnya berfungsi mencegah aliran arus listrik yang menuju loudspeaker jika arus listrik tersebut beraliran arus DC. Selain itu Relay akan menunda (delay) sekitar 3 detik pada saat anda menyalakan power amplifier, sehinga output power amplifier tidak secara langsung terhubung ke loud s...

Rangkaian Efek 4 Jenis Suara Alarm

Image
Rangkaian Efek 4 Jenis Suara Alarm | Rangkaian ini sangat sederhana dan mudah untuk dirakit, hanya membutuhkan beberapa komponen saja. Komponen intinya adalah sebuah IC UM 3561.Rangkaian ini akan menghasilkan beberapa efek suara, output pada IC pin 3 akan diperkuat oleh sebuah transistor, dilanjutkan dengan loudspeaker untuk menghasilkan suara.  Saklar S2a dan S2b bekerja secara bersamaan untuk mengontrol efek suara yang akan dihasilkan. Posisi 1 akan menghasilkan sirene Polisi, posisi 2 suara alarm mobil pemadam kebakaran,dan pada posisi 3 suara alarm ambulans serta yang terakhir pada posisi  4 menghasilkan efek senapan mesin. IC diproduksi oleh UMC dan tersedia dari Maplin elektronik kode UJ45Y. Pada saat ini IC UM 3561 sepertinya tidak diprodiuksi lagi, atau stok terbatas, kalau ingin merakit coba saja mencari di toko-toko elektronik siapa tahu anda beruntung. Skema 4 Jenis Suara Alarm : Skema 4 Jenis Suara Alarm

Rangkaian Charger Battery 1,5 Volt dan 9 Volt

Image
Rangkaian Charger Battery 1,5 Volt dan 9 Volt | Rangkaian charger ( pengisi baterai ) ini sangat sederhana dan biaya relatif murah dengan menggunakan komponen yang banyak di jual di pasaran. Rangkaian charger ini menggunakan satu transistor sebagai sumber arus konstan. Tegangan yang melewati sepasang dioda 1N4148 merupakan tegangan bias untuk basis transistor BD140 daya menengah. Sedangkan tegangan basis-emitor dari transistor relatif sanagt stabil. Arus pengisian baterai sekitar 15mA 45mA dengan kondisi saklar ditutup. Ini sesuai dengan baterai isi ulang dengan tegangan 1.5V dan 9V. Anda bisa menggunakan Transformator dengan output sekunder 2V ac / 0.5 A. Rangkaian Charger Battery 1,5 Volt dan 9 Volt : Charger Battery 1,5 Volt dan 9 Volt

Skema Rangkaian Volume Digital

Image
Skema Rangkaian Volume Digital | Rangkaian ini berfungsi sebagai pengganti potensiometer dalam peralatan sistem audio, yang tugasnya  mengontrol volume suara. Pemasangan rangkaian ini pada bagian input power amplifier seperti halnya kita memasang kontrol volume dengan potensiometer. Prinsip kerja rangkaian ini sangat sederhana, dengan menggunakan IC DS1669 yang merupakan paket IC  untuk mengontrol volume atau penganti potensiometer pada rangkaian audio. Saklar (S1) dan (S2) sebagai kontrol up dan kontrol down sinyal audio terhadap masukan power amplifier, Sedangkan tegangan sumber pada pin 8 adalah 5 Volt Skema rangkaian Volume Digital dengan IC DS1669 ditunjukkan pada gambar :

Rangkaian Elektronika Pengisi Baterai Li-On dari Port USB

Image
Skema Pengisi Baterai Li-On dari Port USB | Port USB merupakan salah satu perangkat komputer yang banyak digunakan, Selain digunakan sebagai port antarmuka untuk perangkat I / O komputer, seperti input flashdisk, printer maupun yang lainnya, Port USB ini dapat juga anda gunakan untuk mengisi battery Li-On. Baterai Li-on adalah salah satu dari tipe baterai rechargeable (Lithium-ion). Lithium-ion bergerak dari anoda (kutub positif)) ke katoda (kutub negatif) saat digunakan. Dan Lithium-ion akan bergerak kembali dari katoda ke anoda, saat dilakukan proses charging. Dengan sedikit membuat tambahan perangkat elektronik, maka port USB komputer bisa anda manfaatkan lagi untuk mengisi battery. Baik itu battery handphone ataupun battery lain yang tegangannya tidak lebih dari 5 Volt dengan arus maksimal 0,5 A. Skema Rangkaian Port Usb Pengisi Battery dapat Anda lihat pada gambar dberikut : Rangkaian Pengisi Baterai Li-On dari Port USB diatas mengunakan IC LM3622. yang ...

Rangkaian Sederhana Elektronika Interkom

Image
Skema Elektronika Sederhana Interkom | Yang dimaksud dengan intercom adalah  alat komunikasi 2 arah, alat komunikasi ini menggunakan kabel kecil / kawat kecil sebagai penghubungnya, intercom yang bisa anda praktekkan ini bisa anda gunakan berkomunikasi tanpa biaya dan cara pembuatannya sangat sederhana dengan biaya cukup murah. Serta komponen-komponen mudah didapat, dan banyak dijual dipasaran. Interkom ini bisa digunakan berkomunikasi seperti layaknya handy talky (HT) tetapi harus menggunakan kabel. Interkom ini biasanya digunakan berkomunikasi antar ruangan di dalam rumah/kantor atau dengan modifikasi sedikit dengan menambah power finalnya anda dapat berkomunikasi ke tempat lain yang berjarak cukup jauh. Cara berkomunikasinya bergantian dengan menekan tombol saklar. Skema Interkom Komponen : BC548B = NTE123AP, or TUN. BC558B = NTE159, or TUP.  Condensator  : 220nF = 0.22μF  Elco : 1000μF = 1000μF/25V

Skema Rangkaian Power Amplifier 18 Watt

Image
Skema Amplifier 18 watt dengan menggunakan PA Transistor : Power Amplifier 18 Watt + Power supply Daftar Komponen : P1 = 22K Log.Potentiometer (Dual-gang for stereo) R1 = 1K 1/4W Resistor R2 = 4K7 1/4W Resistor R3 = 100R 1/4W Resistor R4 = 4K7 1/4W Resistor R5 = 82K 1/4W Resistor R6 = 10R 1/2W Resistor R7 = R22 4W Resistor (wirewound) R8 = 1K 1/2W Trimmer Cermet (optional) C1 = 470nF 63V Polyester Capacitor C2,C5 = 100μF 3V Tantalum bead Capacitors C3,C4 = 470μF 25V Electrolytic Capacitors C6 = 100nF 63V Polyester Capacitor D1 = 1N4148 75V 150mA Diode IC1 = TLE2141C Q1 = BC182 50V 100mA NPN Transistor Q2 = BC212 50V 100mA PNP Transistor Q3 = TIP42A 60V 6A PNP Transistor Q4 = TIP41A 60V 6A NPN Transistor J1 RCA audio input socket R9 = 2K2 1/4W Resistor C7,C8 = 4700μF 25V Electrolytic Capacitors D2 100V 4A Diode bridge D3 5mm. Red LED T1 220V Primary, 15 + 15V Secondary 50VA Mains transformer PL1 Male Mains plug SW1 SPST Mains switch Catatan : Input rangkaian amplifier ini bi...

Skema Rangkaian Amplifier 8 Watt

Image
Rangkaian amplifier Sederhana 8 Watt | Rangkaian amplifier sederhana ini mempunyai daya 8 watt. Amplifier ini menggunakan satu IC kecil (LM 383) dan didukung oleh beberapa komponen resistor dan elco. Komponen banyak dijual dipasaran, rangkaian ini sangat cocok bagi pemula untuk mencoba dan mempraktekkannya. Input menggunakan potensio meter, yang berfungsi mengontrol volume dari output misalnya MP3, Alarm, VCD atau dari PC anda. Catu daya yang dibutuhkan cukup dengan 500 mA 12 Volt. Daftar Komponen : C1 : 10uf Elc o C2 : 470uf Elc o C3 : 0.1uF Capacitor C4 : 2000uf Elc o atau 2200uF R1 : 2.2 Ohm Resistor R2 : 220 Ohm Resistor IC1 : LM383 8 Watt Amp IC Atau TDA2002 *) : Gunakan pendingin / heatsink untuk IC 1 Power Supply 500mA pada tegangan 12V. C4 jika tidak ada, ganti dengan Elco 2200uF Selamat Me...

Skema Rangkaian Sirene Alarm Mobil Polisi

Image
Skema Rangkaian Sirene Alarm Mobil Polisi | Rangkaian sirine pada gambar merupakan rangkaian sirene alarm mobil polisi . Terdiri dari 2 buah IC TL 555 sebagai multivibrator astabil, VR1 dan VR2 akan mengatur output suara alarm sehingga anda akan dapat mengatur / menyesuaikan nada yang dihasilkan mirip dengan alarm mobil polisi sungguhan. Apabila suara otput yang dihasikan speaker kurang maksimal, silakan anda tambahkan power amplifier mini seperti amplifier 8 watt (LM383 Atau TDA2002) atau dapat menggunakan amplifer lainnya disesuaikan dengan kebutuhan. Anda dapat memotong output sirene rangkaian diatas dan dijadikan input dari amplifier tersebut.

Skema Saklar Sentuh Sederhana

Image
Skema Rangkaian Saklar Sentuh Sederhana ini bekerja untuk menggerakakan relay (RL1), yang bisa anda gunakan untuk memutus dan menghubungkan arus listrik. Jika anda ingin mecoba merakit saklar ini tidaklah terlalu rumit karena komponen-komponennya banyak di jual dipasaran. Rangkaiannyapun sangat sederhana Menggunakan IC 555 sebagai input sentuhan guna mendorong relay bekerja. JF1 dan JF2 adalah logam yang bisa anda desain berupa bentuk apa saja yang anda inginkan, logam ini nantinya bekerja sebagai kontak sentuhan lembut untuk menggerakkan saklar. Logam JF1 dan JF2 dipasang jangan terlalu jauh dari rangkaian, dan dalam kondisi bersih sehingga rangkaian bisa bekerja dengan baik. JF1 jika disentuh akan menggerakkan Relay dalam kondisi ON dan JF2 akan melepas relay dalam kondisi OFF. Led D2 sebagai control dan akan menyala jika saklar dalam konisi ON. Daftar Komponen Saklar Sentuh : R1-2=3.3M R4=1K R3=10K D1=1N4148   RL1=12V Relay D2= Red LED JF1-2 ...

Skema Saklar Sentuh Dengan Satu Keping Logam

Image
Rangkaian Saklar Sentuh Dengan Satu Keping Logam | Jika pada artikel sebelumnya, anda telah mencoba merakit skema saklar sentuh sederhana , mungkin anda merasa ribet dan kurang puas (tidak sesuai dengan apa yang anda kehendaki / kurang efisien ) karena pada rangkaian tersebut harus menngunakan dua keping logam yang digunakan sebagai media sentuhnya. Pada rangkaian berikut merupakan rangkaian Saklar Sentuh Dengan Menggunakan Satu Keping logam sebagai media sentuhnya. Cara kerja rangkaiannya tidak jauh berbeda. Dengan menggunakan satu keping logam sebagai media sentuhnya. Apabila logam disentuh akan menyebabkan relay terbuka dan jika disentuh kembali logam tersebut relay akan tertutup. Tegangan 12 VDC untuk mencatu relay sedangkan tegangan untuk IC 4011 sebesar 3,9 volt yang diperoleh dari penurunan oleh Zener Dioda (D2). Dengan menyentuh logam, input IC kaki 1 tegangannya akan turun dan menyebabkan output IC berupa flipflop 4011 akan naik dan dapat menggerakkan tra...

Skema Rangkaian Saklar On-Off Digital

Image
Skema Saklar On-Off Digital | Saklar On-Off Digital ini merupakan saklar yang bekerja untuk menghubungkan arus listrik dan memutus arus listrik dari sumbernya. Cara kerja dari rangkaian ini adalah, apabila pada switch on/off ditekan maka relay akan tertutup atau dalam kodisi on, dan jika ditekan kembali maka relay akan terbuka atau memutus aliran listrik ke kondisi off. Rangkaian ini sangat sederhana hanya terdiri  dari beberapa komponen. Anda bisa menggabungkan atau menerapkan aplikasi rangkaian ini misalnya ke peralatan Audio (amplifier) yang pernah anda rakit sebelumnya ataupun diaplikasikan untuk peralatan elektronik lainnya, sehingga anda tidak lagi menggunakan saklar manual, lebih kereeen khan ?... Pada umumya peralatan elektronika modern saat ini sudah tidak banyak yang dioperasikan secara manual (saklar manual) dan tergeser oleh peralatan elektronika yang dioperasikan digital. Rangkaian saklar on/off dibawah ini adalah salah satu contoh operasi digital : ...

Skema Rangkaian Power Supply 0 - 15 Volt

Image
Skema Rangkaian Power Supply 0 Volt sampai dengan 15 Volt | Rangkaian catu daya (Power Supply) ini bisa kita atur tengangan-nya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan peralatan yang akan kita terapkan. Bahan-bahan komponen yang dibutuhkan, sangat mudah dan tersedia dipasaran biayanya-pun tidak terlalu mahal. Power Supply ini sederhana, tetapi sangat efektif karena tegangan keluaran / output nya sudah stabil (teregulasi). Tegangan keluaran dapat kita atur melalui sebuah potensio meter (VR/R2) antara 0V sampai dengan + 15 Vdc, sedangkan arusnya sebesar 1 A. Q1 adalah transistor 2N3055 pada transistor ini gunakan pendingin / heatsink, untuk mengurangi / mengalirkan panas yang terus menerus ketika bekerja. Untuk travo anda bisa menggunakan travo standart 2A yang banyak dijual dipasaran dengan output 18 VAC. Power Supply 0 - 15 Volt Daftar Komponen : R1 = 56ohm 2W Q1 = 2N3055 R2 = 330ohm pot. T1 =220V@18V 1.5A C1 = 2200uF 35V C2 = 100uF 35V C3 = 10uF 25V C4 = 220uF...

Oscilloscope dan Fungsinya

Image
Oscilloscope dan Fungsi Penggunaannya | Osiloskop (Oscilloscope) merupakan alat ukur elektronik . Dengan menggunakan alat ukur Oscilloscope ini, kita dapat mengukur frekwensi, periode dan melihat bentuk-bentuk gelombang seperti bentuk gelombang sinyal audio, sinyal video, dan bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. Dengan sedikit melakukan pengaturan kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran. Osiloskop Osiloskop terdiri dari dua bagian yaitu Display dan Panel Control : Display  Display  menyerupai tampilan layar pada televisi. Display pada Oscilloscope berfungsi sebagai tempat tampilan sinyal uji. Pada Display Oscilloscope terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak yang disebut dengan div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. Panel Control Panel ...

Cara Menggunakan / Menjalankan Protel PCB

Image
Memulai Merancang jalur PCB dengan Protel Penting ! : Yang perlu anda perhatikan untuk merancang jalur PCB sebuah rangkaian elektronika hendaknya jalur pengawatan antara satu dengan yang lain tidak membentuk sudut kurang dari 90 derajat (lancip). 1. Untuk membuat dokumen baru (File --- > New) atau membuka dokumen yang pernah dibuat (File ---> Open), maka akan muncul tampilan lembar kerja seperti gambar berikut berikut : Tampilan Worksheet Protel for Windows 1.5 2. Klik tombol library dan memilih lubang kaki komponen yang dikehendaki. (Apabila ukuran kaki komponen yang dikehendaki tidak terdapat pada library, Anda dapat membuatnya secara manual dengan mengklik tombol  dibawah pilihan menu). Kemudian Anda tinggal menempatkannya sesuai keinginan. Klik pilihan Display untuk memunculkan tampilan dari komponen. Tampak gambar seperti berikut : Tampilan library 3. Jika sudah terpilih komponen yang diinginkan, klik Place untuk memasang komponen yang dipilih k...

Perkembangan perangkat elektronika

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia sangat membutuhkan alat bantu yang  dapat meringankan pekerjaan, baik di rumah, kantor, kampus atau dimanapun.  Alat bantu atau perangkat yang ada saat ini hampir semuanya merupakan perangkat elektronik, yang artinya alat tersebut sangat bergantung  dengan listrik sebagai sumber energi. Sudah seharusnya kita berterima kasih kepada  Maxwell, George Ohm,  Michael Faraday,  Thomas Edison, Marconi , Gauss dan lain-lain yang dengan cemerlangnya telah mengamati fenomena dan menemukan dasar-dasar ilmu/teori yang sangat bermanfaat untuk perkembangan teknologi yang digunakan sehari-hari untuk kebutuhan rumah tangga, medis, transportasi, telekomunikasi dan perangkat lainnya yang ada dalam kehidupan manusia. Pada awal penemuannya, bentuk perangkat-perangkat elektronika yang diciptakan belum sempurna dan masih berukuran  besar dengan bobot yang  berat , seperti : Komputer  pertama yang ...

Kode Singkatan Komponen Listrik Dan Elektronik

Simbol listrik dan elektronik adalah piktogram yang digunakan untuk mewakili komponen listrik dan komponen elektronik seperti kabel, baterry, resistor , dan transistor dalam skema rangkaian listrik atau rangkain elektronik. Di beberapa standar simbol-simbol ini dapat berbeda dan bervariasi, demikian juga dengan notasi (kode) singkatan untuk menjelaskan sebuah komponen seperti: Transistor (Q, Tr, atau T), Relay (Re, Ry, atau K), Integrated Circuit (IC atau U). Apabila dalam sebuah sistem rangkaian listrik atau rangkaian elektronik terdapat lebih dari satu komponen yang sama, maka dibelakang notasi singkatan tersebut ditambah angka misalnya U1, U2, U3, R1, R2, R2, C1, C2, C3, dan seterusnya. Kode singkatan (Disignation) komponen listrik dan elektronik SINGKATAN (Designator) KOMPONEN AT Attenuator BR Bridge Rectifier BT Battery C Capacitor/ Condensator CN Capacitor Network D Semua Dioda termasuk Dioda Zener dan LED DL DelayLine DS Di...

Simbol Listrik Dan Simbol Elektronik

Image
Simbol listrik dan simbol elektronik diperlukan ketika menggambar sebuah sistem rangkain listrik dan rangkaian elektronik . Dengan menggunakan simbol-simbol tersebut, skema rangkaian akan mudah dibuat dan mudah dipahami sehingga proses perakitan pun akan lebih mudah. Di bawah ini adalah beberapa simbol komponen listrik dan komponen elektronika . Seorang instalatir listrik / electrician akan membaca skema rangkaian listrik sebelum proses pemasangan demikian juga dengan teknisi elektronik. Disamping itu penerapan simbol listrik dan simbol elektronik dapat membantu penelusuran (trouble shooting) ketika perbaikan (service dan maintenamce) diperlukan SIMBOL NAMA KOMPONEN KETERANGAN Simbol Sambungan Kabel/ Wire Listrik Kabel penghubung (konduktor) Koneksi kabel Terhubung Kabel tidak koneksi Terputus (tidak terhubung) Simbol Saklar (Switch) dan Simbol Relay ...