Karakteristik MPMBM
Karakteristik MPMBM
MPMBM memiliki
karakteristik yang perlu dipahami oleh madrasah yang akan menerapkannya. Dengan kata lain,
jika madrasah ingin sukses dalam
menerapkan MPMBM, maka sejumlah karakteristik MPMBM berikut perlu dimiliki.
Berbicara karakteristik MPMBM tidak dapat dipisahkan dengan karakteristik madrasah
efektif. Jika MPMBM merupakan
wadah/kerangkanya, maka madrasah efektif
merupakan isinya. Oleh karena itu, karakteristik MPMBM berikut memuat secara
inklusif elemen-elemen madrasah efektif,
yang dikategorikan menjadi input, proses, dan output.
Dalam menguraikan
karakteristik MPMBM, pendekatan sistem yaitu input-proses-output digunakan
untuk memandunya. Hal ini didasari oleh pengertian bahwa madrasah merupakan sebuah sistem, sehingga penguraian
karakteristik MPMBM (yang juga karakteristik madrasah efektif) mendasarkan pada input, proses, dan
output. Selanjutnya, uraian berikut dimulai dari output dan diakhiri input,
mengingat output memiliki tingkat kepentingan tertinggi, sedang proses memiliki
tingkat kepentingan satu tingkat lebih rendah dari output, dan input memiliki
tingkat kepentingan dua tingkat lebih rendah dari output.
a. Output yang Diharapkan
Madrasah harus memiliki output yang diharapkan. Output madrasah
adalah prestasi madrasah yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan
manajemen di madrasah. Pada umumnya, output dapat diklasifikasikan menjadi dua,
yaitu output berupa prestasi akademik (academic
achievement) dan output berupa prestasi non-akademik (non-academic achievement). Output prestasi akademik misalnya, NEM,
lomba karya ilmiah remaja, lomba (Bahasa Inggris, Matematika, Fisika),
cara-cara berpikir (kritis, kreatif/divergen, nalar, rasional, induktif,
deduktif, dan ilmiah). Output non-akademik, misalnya keingintahuan yang tinggi,
harga diri, kejujuran, kerjasama yang baik, rasa kasih sayang yang tinggi
terhadap sesama, solidaritas yang tinggi, toleransi, kedisiplinan, kerajinan,
prestasi olahraga, kesenian, dan kepramukaan.
b. Proses
Madrasah yang efektif pada umumnya memiliki sejumlah
karakteristik proses sebagai berikut:
a. Proses belajar
mengajar yang efektivitasnya tinggi
Madrasah yang menerapkan MPMBM memiliki efektivitas
proses belajar mengajar (PBM) yang tinggi. Ini ditunjukkan oleh sifat PBM yang
menekankan pada pemberdayaan peserta didik. PBM bukan sekadar memorisasi dan
recall, bukan sekadar penekanan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang
diajarkan (logos), akan tetapi lebih menekankan pada internalisasi tentang apa
yang diajarkan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan
dihayati (ethos) serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta
didik (pathos). PBM yang efektif juga lebih menekankan pada belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar
menjadi diri sendiri (learning to be).
b. Kepemimpinan madrasah
yang kuat
Pada madrasah yang menerapkan MPMBM,
kepala madrasah memiliki peran yang kuat
dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumberdaya
pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu
faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan,
dan sasaran madrasahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara
terencana dan bertahap. Oleh karena itu, kepala madrasah dituntut memiliki kemampuan manajemen dan
kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan inisiatif/prakarsa
untuk meningkatkan mutu madrasah. Secara umum, kepala madrasah tangguh memiliki kemampuan memobilisasi
sumberdaya madrasah, terutama sumberdaya manusia, untuk mencapai tujuan madrasah.
c. Lingkungan madrasah
yang aman dan tertib
Madrasah memiliki lingkungan (iklim) belajar yang aman,
tertib, dan nyaman sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan
nyaman (enjoyable learning). Karena
itu, madrasah yang efektif selalu
menciptakan iklim madrasah yang aman, nyaman, tertib melalui pengupayaan
faktor-faktor yang dapat menumbuhkan iklim tersebut. Dalam hal ini, peranan
kepala madrasah sangat penting sekali.
d. Pengelolaan tenaga
kependidikan yang efektif
Tenaga kependidikan,
terutama guru, merupakan jiwa dari madrasah. Madrasah hanyalah merup
merupakan wadah. madrasah
yang menerapkan MPMBM menyadari tentang
hal ini. Oleh karena itu, pengelolaan tenaga kependidikan, mulai dari analisis
kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja, hingga
sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah.
Terlebih-lebih pada
pengembangan tenaga kependidikan, ini harus dilakukan secara terus-menerus
mengingat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesat.
Pendeknya, tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menyukseskan MPMBM adalah
tenaga kependidikan yang mempunyai komitmen tinggi, selalu mampu dan sanggup
menjalankan tugasnya dengan baik.
a. Madrasah memiliki budaya mutu
Budaya mutu tertanam di
sanubari semua warga madrasah, sehingga setiap perilaku selalu didasari oleh
profesionalisme. Budaya mutu memiliki elemen-elemen sebagai berikut: (a)
informasi kualitas harus digunakan untuk perbaikan, bukan untuk
mengadili/mengontrol orang; (b) kewenangan harus sebatas tanggungjawab; (c)
hasil harus diikuti penghargaan (rewards) atau sanksi (punishment); (d)
kolaborasi dan sinergi, bukan kompetisi, harus merupakan basis untuk kerjasama;
(e) warga madrasah merasa aman terhadap
pekerjaannya; (f) atmosfir keadilan (fairness) harus ditanamkan; (g) imbal jasa
harus sepadan dengan nilai pekerjaannya; dan (h) warga madrasah merasa memiliki Madrasah .
b. Madrasah Memiliki “Teamwork”
yang Kompak, Cerdas, dan Dinamis
Kebersamaan (teamwork)
merupakan karakteristik yang dituntut oleh MPMBM, karena output pendidikan
merupakan hasil kolektif warga Madrasah, bukan hasil individual. Karena itu,
budaya kerjasama antar fungsi dalam madrasah, antar individu dalam madrasah,
harus merupakan kebiasaan hidup sehari-hari warga madrasah .
c. Madrasah memiliki kewenangan (kemandirian)
Madrasah memiliki kewenangan untuk melakukan yang
terbaik bagi madrasahnya, sehingga dituntut untuk memiliki kemampuan dan
kesanggupan kerja yang tidak selalu menggantungkan pada atasan. Untuk menjadi
mandiri, Madrasah harus memiliki
sumberdaya yang cukup untuk menjalankan tugasnya.
d. Partisipasi
yang tinggi dari warga madrasah dan
masyarakat
Madrasah yang menerapkan
MPMBM memiliki karakteristik bahwa partisipasi warga madrasah dan masyarakat
merupakan bagian kehidupannya. Hal ini dilandasi oleh keyakinan bahwa makin
tinggi tingkat partisipasi, makin besar rasa memiliki; makin besar rasa
memiliki, makin besar pula rasa tanggung jawab; dan makin besar rasa tanggung jawab,
makin besar pula tingkat dedikasinya.
e. Madrasah memiliki keterbukaan (transparansi) manajemen
Keterbukaan/transparansi
dalam pengelolaan madrasah merupakan
karakteristik madrasah yang menerapkan MPMBM. Keterbukaan/ transparansi ini
ditunjukkan dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan,
penggunaan uang, dan sebagainya, yang selalu melibatkan pihak-pihak terkait
sebagai alat kontrol.
f.
Madrasah memiliki
kemauan untuk berubah (psikologis dan pisik)
Perubahan harus
merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi semua warga madrasah . Sebaliknya,
kemapanan merupakan musuh madrasah. Tentu saja yang dimaksud perubahan adalah
peningkatan, baik bersifat fisik maupun psikologis. Artinya, setiap yang dilakukan
perubahan, hasilnya diharapkan lebih baik dari sebelumnya (ada peningkatan)
terutama mutu peserta didik.
g. Madrasah melakukan evaluasi dan perbaikan secara
berkelanjutan
Evaluasi belajar secara
teratur bukan hanya ditujukan untuk mengetahui tingkat daya serap dan kemampuan
peserta didik, tetapi yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan hasil
evaluasi belajar tersebut untuk memperbaiki dan menyempurnakan proses belajar
mengajar di madrasah . Oleh karena itu, fungsi evaluasi menjadi sangat penting
dalam rangka meningkatkan mutu peserta didik dan mutu madrasah secara keseluruhan dan secara terus menerus.
Perbaikan secara
terus-menerus harus merupakan kebiasaan warga madrasah. Tiada hari tanpa
perbaikan. Karena itu, sistem mutu yang baku sebagai acuan bagi perbaikan harus
ada. Sistem mutu yang dimaksud harus mencakup struktur organisasi,
tanggungjawab, prosedur, proses dan sumberdaya untuk menerapkan manajemen mutu.
h. Madrasah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan
Madrasah selalu tanggap/responsif terhadap berbagai
aspirasi yang muncul bagi peningkatan mutu. Karena itu, madrasah selalu membaca lingkungan dan menanggapinya
secara cepat dan tepat. Bahkan, Madrasah tidak hanya mampu menyesuaikan
terhadap perubahan/ tuntutan, akan
tetapi juga mampu mengantisipasi hal-hal yang mungkin bakal terjadi.
i.
Memiliki Komunikasi yang Baik
Madrasah yang efektif umumnya memiliki komunikasi yang
baik, terutama antar warga madrasah, dan juga madrasah-masyarakat, sehingga
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing warga madrasah dapat diketahui. Dengan cara ini, maka
keterpaduan semua kegiatan madrasah dapat
diupayakan untuk mencapai tujuan dan sasaran madrasah yang telah dipatok. Selain itu, komunikasi
yang baik juga akan membentuk teamwork yang kuat, kompak, dan cerdas, sehingga
berbagai kegiatan madrasah dapat
dilakukan secara merata oleh warga madrasah
j.
Madrasah memiliki
akuntabilitas
Akuntabilitas adalah
bentuk pertanggung jawaban yang harus dilakukan madrasah terhadap keberhasilan
program yang
telah dilaksanakan.
Akuntabilitas ini berbentuk laporan prestasi yang dicapai dan dilaporkan kepada
pemerintah, orangtua siswa, dan masyarakat. Berdasarkan laporan hasil program
ini, pemerintah dapat menilai apakah program MPMBM telah mencapai tujuan yang
dikendaki atau tidak. Jika berhasil, maka pemerintah perlu memberikan
penghargaan kepada madrasah yang bersangkutan, sehingga menjadi faktor
pendorong untuk terus meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.
Sebaliknya jika program tidak berhasil, maka pemerintah perlu memberikan
teguran sebagai hukuman atas kinerjanya yang dianggap tidak memenuhi syarat.
Demikian pula, para
orangtua siswa dan anggota masyarakat dapat memberikan penilaian apakah program
ini dapat meningkatkan prestasi anak-anaknya secara individual dan kinerja madrasah
secara keseluruhan. Jika berhasil, maka orangtua peserta didik perlu memberikan
semangat dan dorongan untuk peningkatan program yang akan datang. Jika kurang
berhasil, maka orangtua siswa dan masyarakat berhak meminta pertanggung jawaban
dan penjelasan madrasah atas kegagalan
program MPMBM yang telah dilakukan.
a. Madrasah memiliki kemampuan menjaga sustainabilitas
Madrasah yang efektif juga memiliki kemampuan untuk
menjaga kelangsungan hidupnya (sustainabilitasnya) baik alam program maupun
pendanaannya. Sustainabilitas program dapat dilihat dari keberlanjutan
program-program yang telah dirintis sebelumnya dan bahkan berkembang menjadi
program-program baru yang belum pernah ada sebelumnya. Sustainabilitas
pendanaan dapat ditunjukkan oleh kemampuan madrasah dalam mempertahankan besarnya dana yang
dimiliki dan bahkan makin besar jumlahnya. madrasah memiliki kemampuan menggali sumberdana dari
masyarakat, dan tidak sepenuhnya menggantungkan subsidi dari pemerintah bagi madrasah-madrasah negeri.