Input Pendidikan
Input Pendidikan
a.
Memiliki kebijakan, tujuan, dan sasaran mutu yang
jelas
Secara formal, madrasah menyatakan dengan jelas tentang keseluruhan
kebijakan, tujuan, dan sasaran madrasah yang
berkaitan dengan mutu. Kebijakan, tujuan, dan sasaran mutu tersebut dinyatakan
oleh kepala madrasah . Kebijakan, tujuan, dan sasaran mutu tersebut
disosialisasikan kepada semua warga madrasah, sehingga tertanam pemikiran,
tindakan, kebiasaan, hingga sampai pada kepemilikan karakter
mutu oleh warga madrasah.
b.
Sumberdaya tersedia dan siap
Sumberdaya merupakan
input penting yang diperlukan untuk berlangsungnya proses pendidikan di madrasah
. Tanpa sumberdaya yang memadai, proses pendidikan di madrasah tidak akan berlangsung secara memadai, dan
pada gilirannya sasaran madrasah tidak
akan tercapai. Sumberdaya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sumberdaya
manusia dan sumberdaya selebihnya (uang, peralatan, perlengkapan, bahan, dan
sebagainya) dengan penegasan bahwa sumberdaya selebihnya tidak mempunyai arti
apapun bagi perwujudan sasaran madrasah, tanpa campur tangan sumberdaya
manusia.
Secara umum, madrasah yang menerapkan MPMBM harus memiliki tingkat
kesiapan sumberdaya yang memadai untuk menjalankan proses pendidikan. Artinya,
segala sumberdaya yang diperlukan untuk menjalankan proses pendidikan harus
tersedia dan dalam keadaan siap. Ini bukan berarti bahwa sumberdaya yang ada
harus mahal, akan tetapi madrasah yang bersangkutan dapat memanfaatkan
keberadaan sumberdaya yang ada dilingkungan madrasahnya. Karena itu, diperlukan
kepala madrasah yang mampu memobilisasi
sumberdaya yang ada disekitarnya.
c.
Staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi
Meskipun pada butir (b)
telah disinggung tentang ketersediaan dan kesiapan sumberdaya manusia (staf),
namun pada butir ini perlu ditekankan lagi karena staf merupakan jiwa madrasah.
Madrasah yang efektif pada umumnya
memiliki staf yang mampu (kompeten) dan berdedikasi tinggi terhadap madrasahnya.
Implikasinya jelas, yaitu, bagi madrasah yang ingin efektivitasnya tinggi, maka
kepemilikan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi merupakan keharusan.
d.
Memiliki harapan prestasi yang tinggi
Madrasah yang menerapkan MPMBM mempunyai dorongan dan
harapan yang tinggi untuk meningkatkan prestasi peserta didik dan madrasahnya.
Kepala madrasah memiliki komitmen dan
motivasi yang kuat untuk meningkatkan mutu madrasah secara optimal. Guru memiliki komitmen dan
harapan yang tinggi bahwa anak didiknya dapat mencapai tingkat prestasi yang
maksimal, walaupun dengan segala keterbatasan sumberdaya pendidikan yang ada di
madrasah.
Sedang peserta didik
juga mempunyai motivasi untuk selalu meningkatkan diri untuk berprestasi sesuai
dengan bakat dan kemampuannya. Harapan tinggi dari ketiga unsur madrasah ini merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan madrasah selalu dinamis
untuk selalu menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya.
e.
Fokus pada pelanggan (khususnya siswa)
Pelanggan, terutama
siswa, harus merupakan fokus dari semua kegiatan madrasah. Artinya, semua input
dan proses yang dikerahkan di madrasah tertuju
utamanya untuk meningkatkan mutu dan kepuasan peserta didik. Konsekuensi logis
dari ini semua adalah bahwa penyiapan input dan proses belajar mengajar harus
benar-benar mewujudkan sosok utuh mutu dan kepuasan yang diharapkan dari siswa.
f.
Input manajemen
Madrasah yang
menerapkan MPMBM memiliki input manajemen yang memadai untuk menjalankan roda madrasah
. Kepala madrasah dalam mengatur dan
mengurus madrasahnya menggunakan sejumlah input manajemen. Kelengkapan dan
kejelasan input manajemen akan membantu kepala madrasah mengelola madrasah dengan efektif. Input
manajemen yang dimaksud meliputi: tugas yang jelas, rencana yang rinci dan
sistematis, program yang mendukung bagi pelaksanaan rencana,
ketentuan-ketentuan (aturan main) yang jelas sebagai panutan bagi warga madrasah
nya untuk bertindak, dan adanya sistem pengendalian mutu yang efektif dan
efisien untuk meyakinkan agar sasaran yang telah disepakati dapat dicapai.