AI dan Kecerdasan Alamiah
AI dan Kecerdasan Alamiah
Kecerdasan alamiah adalah kecerdasan yang dimiliki oleh
manusia. Jika dibandingkan dengan AI, ada beberapa keuntungan kecerdasan buatan
dibanding kecerdasan alamiah, yaitu:
- Lebih permanen.
Kecerdasan alamiah
akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang
pelupa. AI tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak
diubah.
- Memberikan kemudahan dalam duplikasi dan penyebaran.
Mentransfer
pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain membutuhkan proses yang
sangat lama, dan keahlian itu juga tidak akan pernah dapat diduplikasi dengan
lengkap. Oleh karena itu, jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer,
pengetahuan tersebut dapat disalin dari komputer tersebut dan dapat dipindahkan
dengan mudah ke komputer yang lain.
- Relatif lebih murah dari kecerdasan alamiah.
Menyediakan layanan
komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibandingkan dengan harus mendatangkan
seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat
lama.
- Konsisten dan teliti.
Hal ini disebabkan
karena AI adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan kecerdasan alami
akan senantiasa berubah-ubah.
- Dapat didokumentasi.
Keputusan yang dibuat
oleh komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap
aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk
direproduksi.
- Dapat mengerjakan beberapa task dengan lebih cepat dan lebih baik dibanding manusia.
Sedangkah, keuntungan kecerdasan alamiah dibanding AI:
- Bersifat lebih kreatif.
Kemampuan untuk menambah ataupun memenuhi pengetahuan
itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada AI, untuk menambah pengetahuan harus
dilakukan melalui sistem yang dibangun.
- Dapat melakukan proses pembelajaran secara langsung, sementara AI harus mendapatkan masukan berupa simbol dan representasi.
- Fokus yang luas sebagai referensi untuk pengambilan keputusan, sebaiknya AI menggunakan fokus yang sempit.
Komputer dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi
tentang obyek, kegiatan (events),
proses dan dapat memproses sejumlah besar informasi dengan lebih efisien dari
yang dapat dikerjakan manusia. Namun di sisi lain, manusia dengan menggunakan
insting dapat melakukan hal yang sulit diprogram pada komputer, yaitu kemampuan
mengenali (recognize) hubungan antara
hal-hal tersebut, menilai kualitas dan menemukan pola yang menjelaskan hubungan
tersebut.