Pages

Selasa, 19 Maret 2013

Flow Control & Stop-and-Wait Flow Control



Flow Control
Flow Control adalah teknik untuk memastikan bahwa entitas pentransmisi tidak membanjiri entitas penerima dengan data. Entitas penerima biasanya mengalokasikan penyangga data dengan panjang maksimum untuk transfer. Bila data diterima, receiver harus melakukan beberapa kegiatan pengolahan tertentu sebelum menyalurkan data ke software yang level-nya lebih tinggi. Bila tidak ada flow control, penyangga receiver akan meluap selagi mengolah data yang lama. [2]

Stop-and-Wait Flow Control
Stop-and-Wait flow control (kontrol flow berhenti-dan-tunggu) merupakan bentuk yang paling sederhana dari flow control. Proses kerjanya sebagai berikut: Entitas sumber mentransmisikan frame. Setelah entitas tujuan menerima frame, maka entitas tujuan akan mengirim balasan bahwa frame tersebut baru diterima dan siap untuk menerima frame berikutnya. Sumber harus menunggu balasan diterima sebelum mengirimkan frame berikutnya. Tujuan dapat menghentikan arus data dengan cara tidak memberi balasan.
            Prosedur ini bekerja dengan baik, namun pengiriman frame dalam jumlah yang besar dan dalam situasi dimana panjang bit dari jalur lebih besar dari panjang frame, akan terjadi ketidakefisienan yang parah. Hal ini disebabkan, karena hanya ada satu frame saja yang dapat dilintaskan dalam satu waktu. Intinya, untuk rate data yang sangat tinggi, serta untuk jarak yang sangat jauh antara pengirim dan penerima maka dengan mengaplikasikan stop-and-wait flow control dimungkinkan terjadinya penggunaan jalur yang tidak efisien. [2]

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik