Pages

Rabu, 13 Maret 2013

PDU untuk mengirim SMS ke SMSC

PDU untuk SMS yang dikirim ke SMSC terdiri atas delapan bagian. Gambar 2.8 menunjukkan skema PDU untuk mengirim SMS ke SMSC.
1.      SCA (Service Center Address)
Bagian ini merupakan bagian yang pertama dari PDU yang merupakan informasi dari alamat (nomor) SMSC. SCA ini tersusun atas tiga bagian yaitu  len, type of number, dan nomor SMSC (Service Center Number).
o   Len
Jumlah pasangan heksadesimal SMSC dalam bilangan heksadesimal.
o   Format nomor dari SMSC yang berisi kode nasional atau internasional SMSC (type of number)
ü  Kode nasional adalah 81
            Kode ini bukan merupakan kode yang biasa dipakai di Indonesia. Ini digunakan jika pada ponsel pengirim dipasang menggunakan kode nasional.
ü  Kode internasional adalah 91
            Kode internasional ini di Indonesia merupakan kode yang biasanya digunakan (default setting).
o   Nomor SMSC
      Nomor SMSC dari operator pengirim pesan ini disusun sebagai pasangan heksadesimal dibolak-balik (heksadesimal disini sudah merupakan nomor SMSC itu sendiri yang sudah dalam bentuk string). Jika pada saat memasang-masangkan tersisa satu angka heksadesimal yang tidak memiliki pasangan, angka tersebut akan dipasangkan dengan heksadesimal F didepannya.
Di Indonesia pada umumnya bagian SMSC menggunakan kode internasional, sebagai contoh untuk nomor SMSC dari  Indosat-M3 akan dikodekan dengan kode internasional dengan langkah pengkodean adalah seperti berikut :
a.       Nomor SMSC dari Indosat-M3 adalah +62855000000. Jika dipasangkan maka masih tersisa satu angka yaitu angka 0 yang tidak memiliki pasangan, angka 0 tersebut akan dipasangkan dengan heksadesimal didepannya, sehingga jika dibalik akan menjadi 26 58 05 00 00 F0.
b.      Kode internasional adalah 91.
c.       Penggabungan kode internasional dan nomor SMSC yang dibalik menghasilkan pasangan 91 26 58 05 00 00 F0 yang berjumlah 7 pasang (07 h).
d.      Jadi bagian nomor SMSC berisi 07912658050000F0.
Beberapa nomor SMSC operator seluler di Indonesia ditunjukkan oleh Tabel 2.1.



Tabel 2.1 Daftar nomor SMSC dalam format PDU dengan kode internasional.
No
Operator Seluler
SMSC
Kode PDU
1
Telkomsel ( Simpati )
6281100000
06912618010000
2
Satelindo ( Mentari )
62816124
059126181624
3
Excelcom ( PRO-XL )
62818445009
07912618485400F9
4
Indosat-M3
62855000000
07912658050000F0

2.      Tipe SMS
            Pada saat mengirim SMS, tipe SMS bernilai 1. Jadi bilangan heksadesimalnya adalah 01 untuk tipe SMS kirim.
3.      Nomor referensi SMS (Message Reference)
            Nomor referensi SMS merupakan acuan dari pengaturan pesan SMS. Nomor referensi SMS dibiarkan kosong terlebih dahulu karena nanti akan diberikan sebuah nomor referensi otomatis oleh ponsel. Maka bilangan heksadesimalnya adalah 00.
4.      Nomor ponsel penerima (Destination Address)
            Bagian ini berisi alamat nomor tujuan. Bagian nomor ponsel penerima juga tersusun atas tiga bagian yaitu panjang nomor tujuan (Len), format nomor tujuan (Type Number), dan nomor tujuan (Destination Number).

5.      PID (Protocol Identifier) atau bentuk SMS
            Bagian ini berisi tipe dari cara pengiriman dimana biasanya diatur dari ponsel pengirim, misalnya tipe teks standar, fax, telex, dan lain–lain.
                        0 à 00 dikirim sebagai teks SMS
                        1 à 01 dikirim sebagai telex
                        2 à 02 dikirim sebagai fax
            Untuk mengirim dalam bentuk teks akan digunakan kode heksadesimal 00.
6.      DCS (Data Coding Scheme)
Bagian ini berisi skema encoding Data I/O.
Ada dua macam skema encoding yang digunakan yaitu :
a.       Skema 7 bit à ditandai dengan angka 00.
b.      Skema 8 bit à ditandai dengan angka yang lebih besar dari 0 lalu diubah ke heksadesimal.
            Sebagian besar ponsel atau SMS gateway yang umum ada di pasaran menggunakan skema encoding 7 bit sehingga kode yang digunakan adalah 00.
7.      VP (Validity Period)
            Bagian ini berisi jangka waktu penyimpanan SMS di SMSC sebelum SMS expired. Jika bagian ini dikosongkan berarti tidak membatasi waktu berlakunya SMS sedangkan jika diisi dengan suatu bilangan integer yang kemudian diubah ke pasangan heksadesimal tertentu, bilangan tersebut akan mewakili jumlah waktu validitas SMS tersebut.
            Tabel  2.2 Perhitungan waktu validitas SMS.

Waktu VP
Nilai VP
5 menit – 720 menit (12 jam)
(waktu VP/5) - 1
12,5 jam – 24 jam
143 + ((waktu VP – 12) * 2
2 – 30 hari
166 + Waktu VP
Lebih dari 4 minggu
192 + waktu VP
Sebaiknya waktu validitas dipasang maksimum, supaya SMS pasti terkirim ke ponsel penerima. Untuk jangka waktu validitas SMS adalah 5 hari maka nilai VP = 166 + 5 = 171 d = AB h.
8.      UDL (User Data Length)
            Bagian ini berisi panjang SMS yang akan dikirim dalam bentuk teks standar. Misalkan contoh SMS yang dikirim adalah “Pesan singkat” yang mempunyai 13 karakter sehingga nilai heksadesimalnya adalah 0D h.
9.      UD (User Data)         
            Bagian ini berisi isi SMS yang akan dikirimkan dan tentunya dalam format heksadesimal dengan skema pengkodean 7 bit. Skema 7 bit ini menunjukkan tabel konversi dari format bilangan 7 bit menjadi karakter yang diwakilinya dan sebaliknya. Format bilangan 7 bit ini kemudian diubah menjadi kode 8 bit untuk dikirimkan ke nomor tujuan. Skema 7 bit tersebut diperlihatkan pada Tabel 2.3.
            Tabel 2.3 Skema 7 bit.
Skema 7 Bit
 
B7
0
0
0
0
1
1
1
1
B6
0
0
1
1
0
0
1
1
B5
0
1
0
1
0
1
0
1
B4
b3
B2
b1

0
1
2
3
4
5
6
7
0
0
0
0
0
@
Δ
SP
0
-
P
p
0
0
0
1
1
_
!
1
A
Q
a
q
0
0
1
0
2
$
Φ
2
B
R
b
r
0
0
1
1
3
¥
Γ
#
3
C
S
c
s
0
1
0
0
4
è
Λ
ٱ
4
D
T
d
t
0
1
0
1
5
é
Ω
%
5
E
U
e
u
0
1
1
0
6
ì
Π
&
6
F
V
f
v
0
1
1
1
7
ù
Ψ
7
G
W
g
w
1
0
0
0
8
ò
Σ
(
8
H
X
h
x
1
0
0
1
9
Ç
Θ
)
9
I
Y
i
y
1
0
1
0
10
LF
Ξ
*
:
J
Z
j
z
1
0
1
1
11
Ø
1)
+
;
K
Ä
k
ä
1
1
0
0
12
¢
Æ
,
L
Ö
l
ő
1
1
0
1
13
CR
æ
-
=
M
Ň
m
ñ
1
1
1
0
14
Å
Β
.
N
Ǖ
n
ű
1
1
1
1
15
å
É
\
?
O
§
o
à

            Berikut contoh pengkodean dengan skema pengkodean 7 bit untuk mengubah teks  “Pesan singkat”, kemudian menjadi kode 8 bit untuk dikirimkan yang ditunjukkan Tabel 2.4.

Tabel 2.4 Skema pengkodean 7 bit untuk teks “Pesan singkat”.
Nilai
Dec
Septet (7bit)
Oktet (8bit)
Hasil
P
80
101 0000
1101 0000
D0
e
101
110 0101
1111 0010
F2
s
115
111 0011
0011 1100
3C
a
97
110 0001
1110 1100
EC
n
110
110 1110
0000 0110
06
spasi
32
010 0000
1100 1101
CD
s
115
111 0011
1101 0011
D3
i
105
110 1001


n
110
110 1110
1110 1110
EE
g
103
110 0111
1111 0011
F3
k
107
110 1011
0011 1010
3A
a
97
110 0001
0100 1100
4C
t
116
111 0100
0000 0111
07

            Data skema 7 bit dari teks SMS yang dikirim, dideret sedemikian rupa, kemudian mengambilnya tiap 8 bit. Jika pada akhir pengambilan bit yang tersisa kurang dari 8 bit, maka di bagian depan (MSB) ditambah dengan nol hingga berjumlah 8 bit. Jadi PDU untuk teks “Pesan singkat” adalah D0F23CEC06CDD3EEF33A4C07 ditambah dengan panjang teks 13 (0D h). Jadi PDU isi SMS-nya adalah 0DD0F23CEC06CDD3EEF33A4C07.
            Jadi pengiriman teks “Pesan singkat" ke nomor 628540787149 lewat SMSC Indosat-M3 tanpa ada jangka waktu expired, maka PDU lengkapnya adalah sebagai berikut 07912658050000F001000C9126580487179400000DD0 F23CEC06CDD3EEF33A4C07

untuk melihat halaman selanjutnya klik disini


0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik