Jumlah Kanal (Number of Channels)
Jumlah kanal
menyatakan berapa banyak signal audio terpisah yang di-encode
dalam chunk data Wave. Nilai 1 (satu) berarti merupakan signal mono,
nilai 2 (dua) berarti signal stereo dan seterusnya.
Laju Pencuplikan (Sampling
Rate)
Menyatakan jumlah potongan sampel tiap detik. Nilai ini tidak
dipengaruhi oleh jumlah kanal.
Jumlah
Rata-Rata Byte Tiap Detik (Average
Bytes Per Second)
Nilai ini mengindikasikan berapa besar byte data Wave harus di-stream ke
konverter D/A (Digital Audio) tiap
detik sewaktu suatu file Wave dimainkan. Informasi ini berguna
ketika terjadi pengecekan apakah data dapat di-stream cukup cepat dari suatu sumber agar sewaktu playback pembacaan data tidak terhen
|
................................................................. (2.1)
Block
Align
Menyatakan jumlah byte tiap potongan sampel. Nilai ini tidak
dipengaruhi oleh jumlah kanal dan dapat dikalkulasi dengan rumus di bawah ini:
|
Bit Signifikan Tiap Sampel (Significant
Bits Per Sample)
Nilai ini
menyatakan jumlah bit yang digunakan untuk mendefinisikan tiap sampel.
Nilai ini biasanya berupa 8, 16, 24 atau 32 (merupakan kelipatan 8). Jika
jumlah bit tidak merupakan kelipatan 8 maka jumlah byte yang
digunakan tiap sampel akan dibulatkan ke ukuran byte paling dekat dan byte
yang tidak digunakan akan diset 0 (nol) dan diabaikan.
Extra Format Byte
Nilai ini menyatakan berapa banyak format byte tambahan. Nilai ini tidak ada jika
kode kompresi adalah 0 (file PCM yang
tidak terkompresi). Jika terdapat suatu nilai pada bagian ini maka ini
digunakan untuk menentukan jenis file
Wave yang memiliki kompresi dan ini
memberikan informasi mengenai jenis kompresi apa yang diperlukan untuk men-decode data Wave. Jika nilai ini tidak dilakukan word aligned (merupakan kelipatan 2), penambahan byte (padding) pada bagian akhir data ini harus dilakukan.