Pages

Senin, 25 Maret 2013

Fungsi dan Peranan Kepemimpinan Pendidikan



Fungsi dan Peranan  Kepemimpinan Pendidikan
      Berbicara masalah fungsi dan peranan kepemimpinan pendidikan dalam skripsi ini maka kita kita perlu memperhatikan kembali definisi kepemimpinan secara umum sebagaimana telah disinggung pada pembahasan diatas, kemudian apabila pengertian kepemimpinan tersebut kita kaitkan dengan pendidikan sebagai tolak ukur pencapaian tujuan maka kita akan menemukan konsep baru, yaitu suatu serangkaian aktifitas untuk menumbuhkembangkan kerjasama yang baik antar personal dilingkungan pendidikan yang telah ditetapkan.
      Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Ahmad Rohani H.M. dalam bukunya pengantar kepemimpinan pendidikan sebagai berikut: “kepemimpinan pendidikan adalah segenap proses kegiatan usaha mempengaruhi, menggerakkan dan mengkoordinasikan personal dilingkungan pendidikan pada situasi tertentuagar mereka melalui kerjasama mau bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas demi tercapainya demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah dirumuskan.(Ahmad Rohani, 1991:88)
      Pada dasarnya kepemimpinan itu terbagi atas dua jenis yaitu (kepemimpinan formal) dan kepemimpinan timbul (informal). Dalam penulisan penulisan skripsi ini penulis lebih menekankan kepada kepemimpinan kedudukan/formal (status leadership) yang berkaitan dengan suatu jabatan khusus, dalam hal ini adalah kepala sekolah yang diharapkan dapat menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinannya dengan baik.
      Adapun fungsi kepemimpinan pendidikan yang berhubungan dengan tujuan yang hendak dicapai antara lain:
1.   Fungsi kepemimpinan pendidikan yang berhubungan dengan tujuan yang hendak dicapai antara lain:
a)       Memikir, merumuskan dengan teliti tujuan kelompok serta menjelaskan supaya anggota-anggota selalu dapat menyadari dalam bekerja sama mencapai tujuan itu.
b)       Memberi dorongan kepada para anggota kelompok serta menjelaskan situasi dengan maksud untuk dapat ditemukan rencana-rencana kegiatan kepemimpinan yang dapat memberi harapan baik.
c)       Membantu para anggota kelompok dalam mengumpulkan keterangan-keterangan yang perlu supaya dapat mengadakan pertimbangan-pertimbangan yang sehat.
d)      Menggunakan kesanggupan-kesanggupan dan minat khusus dari anggota kelompok
e)       Memberi dorongan kepada setiap anggota untuk melahirkan peranan, pikiran dan ,memilih buah pikiran yang baik dan berguna dalam pemecahan masalah yang dihadapi oleh kelompok.
f)        Memberi kepercayaan dan menyerahkan tanggung jawab kepada anggota dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan kemampuan masing-masing demi kepentingabn bersama (Hendyat Soetopo,1988:4-5).
2.   Fungsi kepemimpinan pendidikan yang berhubungan dengan penciptaan suasana pekerjaan yang sehat, antara lain :
a)      Memupuk dan memelihara kesediaan kerjasama didalam kelompok demi tercapainya tujuan bersama
b)      Menanamkan dan memupuk perasaan pada anggota masing-masingmelalui penghargaan terhadap usaha-usahanya
c)      Mengusahakan suatu tempat pekerjaan yang menyenangkan baik ruangan, baik fasilitas maupun situasi
d)     Menggunakan kelebihan-kelebihan yang terdapat pada pimpinan untuk memberi sumbangan dalam kelompok menuju pencapaian tujuan bersama(Hendyat Soetopo,1988:5-6)
Pada kenyataan sekarang ini lembaga pendidikan baik yang formal maupun non formal semakin nampak dimasyrakat terhadap keberadaan akan lembaga tersebut. Oleh karena itu kehadirannya perlu dipertahankan dan ditumbuh kembangkan. Hal yang paling penting dalam masalah ini adalah peran pemimpin dan kepemimpinan pendidikan dalam memanage organisasi kependidikan sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Dalam menjalankan suatu organisasi, maka seorang pemimpin harus pandai membaca situasi yang ada karena kepekaan seorang pemimpin harus pandai membaca situasi yang ada karena kepekaan seorang pemimpin dalam setiap situasi sangat menetukan keberhasilan dalam suatu organisasi, misalnya dalam memberikan tugas dan tanggung jawab kepada anggota-anggotanya. Sehingga masing-masing anggota merasa memiliki tugas dan tanggung jawab sendiri yang akhirnya tercipta hubungan sosial yang baik yang dapat mewarnai dinamika kerja. Dinamika kerja seperti inilah yang dapat melahirkan peranan baru bagi seorang pemimpin, kalau sebelumnya berperan sebagai penanggung jawab, pembuat rencana serta pengarah pada anggota-anggotanya, maka dengan peranan baru tersebut seorang pemimpin berperan sebagai pelatih dan sebagai koordinator kelompok.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh bapak pendidik kita, Ki Hajar Dewantara bahwa pemimpin yang baik haruslah menjalankan peranan sebagai berikut:

Ing ngarso sung tulodho
Ing madyo mangun karso
Tutwuri handayani (NgalimPurwanto, 1995:66).
Seorang pemimpin harus menyadari adanya peranan-peranan yang disebut diatas, guna menjalankan tugasnya sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. 

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik