Pages

Jumat, 19 April 2013

Teori-teori Belajar


Teori-teori Belajar

Sebelum abad ke-duapuluh, telah berkembang beberapa teori belajar yaitu: teori disiplin mental, teori pengembangan alami atau teori aktualisasi diri, dan teori appersepsi. Hingga sekarang teori-teori tersebut masih dirasakan pengaruhnya di sekolah-sekolah. Ketiga teori belajar tersebut memiliki ciri yang sama, yaitu teori-teori itu dikembangkan tanpa dilandasi eksperimen-eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa dasar orientasinya lebih bersifat filosofik dan spekulatif.
Teori disiplin mental menganggap bahwa dalam belajar, mental siswa didisiplinkan atau dilatih. Siswa-siswa dilatih untuk menghafalkan daftar kata-kata dan setiap hari diberi tes. Siswa yang belum pandai harus kembali sesudah jam sekolah untuk dilatih lagi. Berbeda dengan teori disiplin mental, teori perkembangan alami menganggap bahwa anak berkembang secara alamiah, sehingga guru-guru yang menganut teori ini mula-mula menunggu hingga siawa-siswanya menyatakan keinginannya untuk belajar sesuatu. Teori yang ke-tiga adalah teori appersepsi. Menurut teori ini belajar merupakan suatu proses terasosiasinya gagasan-gagasan baru dengan gagasan-gagasan lama yang sudah membentuk fikiran.
Teori-teori belajar yang dikembangkan selama abad ke-duapuluh ini dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu teori belajar behavioristik, teori belajar kognitif, dan teori belajar humanistik.
Ahli-ahli yang banyak mencurahkan perhatiannya pada teori-teori belajar perilaku ialah Ivan Pavlov, Thorndike, John B. Waston, E.R. Guthrie dan Skiner.
Teori belajar lain yang banyak dianut oleh guru adalah teori Gestalt Field. Menurut para ahli psikologi Gestalt, manusia itu bukanlah hanya sekedar makhluk reaksi yang hanya berbuat atau bereaksi jika ada perangsang yang mempengaruhinya. Manusia adalah individu yang merupakan kebulatan jasmani-rohani.
Belajar menurut psikologi Gestalt bukan hanya sekedar proses asosiasi antara stimulus-respon yang semakin lama semakin kuat karena adanya latihan-latihan atau ulangan-ulangan. Belajar terjadi jika ada pengertian (insight). Insight ini muncul apabila seseorang setelah beberapa saat mencoba memahami suatu masalah, tiba-tiba muncul adanya kejelasan, terlihat adanya hubungan antara unsur-unsur yang satu dengan yang lain kemudian dipahami sangkut pautnya dan dimengerti maknanya. Belajar adalah suatu proses rentetan penemuan dengan bantuan pengalaman-pengalaman yang sudah ada. Manusia belajar memahami dunia sekitarnya dengan jalan mengatur, menyusun kembali pengalaman-pengalamannya yang banyak dan berserakan menjadi suatu struktur dan kebudayaan yang berarti dan dipahami olehnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik