Pages

Kamis, 18 April 2013

INSTALL OS LINUX UBUNTU 12.04/12.10 METODE DUAL OS DENGAN BOOT WINDOWS

Dual OS berarti terdapat dua sistem operasi yang berbeda dan dipasangkan secara berdampingan. Ada pula yang menyebutkan multi OS yang berarti terdapat lebih dari tiga sistem operasi yang berbeda dan dipasangkan secara berdampingan. Pengertian dual OS yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah antara OS Windows dan OS Linux. Mengingat tema pokok di sini mengenai OS Linux, maka cara instalasi yang dimaksudkan pula adalah instalasi OS Linux. Prosedur instalasi OS Ubuntu di sini berlaku pula untuk turunannya dan OS Linux Mint.

Instalasi OS Ubuntu sebenarnya tidak berbeda dengan installasi OS Linux Mint. Begitu pula dengan kebanyakan distro Linux yang menjadi turunan dari Ubuntu seperti Edubuntu, Kuduntu, dan Fuduntu. Untuk angka versi yang dimaksudkan adalah angka versi terkini atau angka versi mulai Ubuntu 11.04/11.10 atau Linux Mint 13. Angka versi sebelumnya bisa saja berlaku, tetapi mungkin akan ada berbeda pada tampilan petunjuk instalasi.

Persiapan Perangkat
OS Ubuntu yang ditopang dengan desktop environment dari Unity maupun Gnome cenderung akan customable atau terbuka untuk dimodifikasi. Dalam kondisi default saja sebenarnya sudah terkustom, termasuk dengan menyematkan efek animasi. Oleh karenanya, bagi pembaca yang memilih seperti OS Ubuntu maupun OS Linux Mint direkomendasikan untuk memiliki perangkat komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Prosesor Pentium Dual Core atau yang lebih tinggi
2. Minimum RAM 1 Gb (sebaiknya minimal 2 Gb)
3. Kartu VGA dengan memori minimal 256 Mb atau yang lebih besar
4. Ruang hard disik (untuk partisi) minimal 20 Gb (sebaiknya 40 Gb)
5. Koneksi internet dengan kuota bandwidth minimal 500 Mb.
Ruang hardi disk sebenarnya sudah cukup untuk 20 Gb untuk hanya pemakaian standar. Namun, apabila dikemudian hari hendak melakukan pengembangan melalui aplikasi Wine, maka disarankan menyediakan ruang setidaknya 40 Gb. OS Ubuntu memiliki dua versi, yaitu versi 32 bit dan versi 64 bit. Jika Anda memiliki RAM hingga 4 Gb, disarankan untuk menggunakan Ubuntu versi 64 bit. Koneksi internet diperlukan, karena paska instalasi nantinya akan diminta untuk melakukan sejumlah pembaharuan (update) sistem operasi, termasuk untuk menginstalasikan fitur pendukung multimedia.

Ubuntu Installer
Ada dua cara melakukan instalasi OS Ubuntu, yaitu bisa melalui live-DVD atau bisa pula melalui live-USB. Installer melalui live-USB punya keunggulan pada kecepatan dan daya tahan. Jika belum memiliki master installernya bisa diperoleh dengan mengunduh (klik di sini) melalui situs Ubuntu (klik di sini). Mater installer dikemas dalam bentuk file ISO yang nantinya akan dikoversi menjadi live-DVD maupun live-USB. Besar file ISO yang diunduh sekitar 899 Mb untuk versi 32 bit dan sekitar 799 Mb untuk versi 64 bit. Nanti akan diarahkan untuk memilih server yang dikehendaki untuk mengunduh file ISO. Saya merekomendasikan untuk menggunakan server terdekat di Singapura, karena dari pengalaman menghasilkan kecepatan download yang cukup tinggi dan stabil.

Setelah selesai diunduh, langkah berikutnya mengkonversikan ke dalam bentuk live-DVD atau live-USB. Software konversinya bisa apa saja yang berlabel CD/DVD burning yang nantinya akan mengkonversi ISO Image ke DVD. Untuk membuat live-USB bisa dengan menggunakan software USB Creator dengan langkah-langkah yang bisa dibaca pada tulisan di sini. Pastikan ruang pada USB Flash disk setidaknya masih tersisa 10 Gb.

Sistem Partisi OS Linux
OS Linux memberikan penandaan partisi yang berbeda dengan OS Windows. Penandaan partisi tidak dinyatakan ke dalam huruf aksara tunggal, seperti drive C, drive D, drive E, dan seterusnya. Penandaan partisi pada OS Linux menggunakan sistem bertingkat. Setiap hard disk atau media penyimpanan akan diberikan kode sd (storage device). Media penyimpanan akan diurutkan berdasarkan aksara yang ditempatkan dibelakang kode sd. Misalnya, apabila hanya terdapat satu hard disk, maka akan dikenali dengan kode sda. Tetapi bila terdapat dua buah hard disk yang terpasang, maka akan dikenali dengan kode sda (hard disk pertama) dan sdb (hard disk kedua). Stick memory seperti flash disk pun akan dikenali sebagai media penyimpanan yang akan diberikan kode sdc (untuk kasus terdapat dua buah hard disk).

Di dalam satu hard disk akan terbagi menjadi beberapa partisi. Misalnya hard disk berkapasitas 500 Gb dibagi ke dalam 6 partisi, tergantung kebutuhan pengaturannya. Jika hard disk tersebut terpasang sebagai hard disk utama, maka untuk 6 partisi tersebut akan diberikan kode sebagai berikut:
\dev\sda
\dev\sda1 (drive C)
\dev\sda2 (drive D)
\dev\sda3 (drive E)
\dev\sda4 (drive F)
\dev\sda5 (drive G)
\dev\sda6 (drive H)
Jika terdapat dua buah hard disk di mana hard disk kedua yang berkapasitas 240 Gb dibagi menjadi 4 partisi, maka di bawah kode sda akan ditambahkan:
\dev\sdb
\dev\sdb1 (drive I)
\dev\sdb2 (drive J)
\dev\sdb3 (drive K)
\dev\sdb4 (drive L)

Partisi OS Linux berbeda dengan partisi yang digunakan oleh OS Windows. OS Linux menggunakan partis dengan format extended filesystem atau diberi kode ext. Ada 3 macam, yaitu ext4 (forth extended filesystem), ext3, dan ext2. OS Ubuntu yang nanti akan diinstalasikan membutuhkan satu partisi kosong yang berkapasitas setidaknya 20 Gb. Untuk membuat partisi kosong bisa dibaca pada tulisan di sini.

Mengatur BIOS
Sebelum melakukan instalasi OS Ubuntu, akan dilakukan pengaturan disk boot priority pada BIOS Setting. Pada layar boot, akan muncul tulisan [DEL], tekan tombol [Delete] untuk masuk ke pengaturan BIOS. Komposisi dari setiap BIOS akan berbeda, tetapi carilah pengaturan yang memiliki kata kunci [Boot Device Priority]. Perhatikan informasi yang ditampilkan, lalu aturlah agar [1st device priority] diatur untuk CD/DVD. Artinya, prosedur booting akan dilakukan melalui CD/DVD. Kemudian pada [2nd device priority] bisa ditempatkan hard disk utama. Jika hendak melakukan boot via USB flash disk, maka sebaiknya aktifkan pengaturan [Try Other Boot Devices].




Setelah selesai melakukan pengaturan prioritas boot, simpanlah hasil pengaturan tadi. Pastikan live-DVD ataupun live-USB telah terpasang. BIOS akan melakukan booting ulang dengan menggunakan CD/DVD ataupun media lain (USB flash disk). Jika sudah terdeteksi, nanti akan masuk ke tampilan booting OS Ubuntu.

Presedur Instalasi OS Ubuntu
Jika BIOS berhasil mendeteksi media boot pada CD/DVD ataupun USB, maka akan dilakukan boot melalui CD/DVD maupun USB. Selanjutnya, akan muncul tampilan dialog seperti di bawah ini.



[Try Ubuntu] berarti akan masuk ke mode virtual desktop Ubuntu. Di sini akan diperlihatkan tampilan dasar Ubuntu 12.10 yang disertai dengan fitur-fiturnya. Seluruh fiturnya bisa diaktifkan untuk dicoba, tetapi tidak bisa dioptimalkan dalam mode virtual desktop. Untuk melanjutkan instalasi Ubuntu 12.10, jalankan icon bertuliskan [Install Ubuntu 12.10] pada layar desktop.
[Install Ubuntu] berarti akan langsung masuk ke prosedur instalasi Ubuntu 12.10. Nanti akan masuk ke kotak dialog [Installation type] seperti pada gambar di bawah ini.



Pada gambar kotak dialog di atas, diasumsikan selama proses instalasi tidak terhubung dengan koneksi internet. Berikan tanda centang pada opsi [Install this third-party software] untuk melengkapi kebutuhan paska instalasi. Klik tombol [Continue], nanti akan masuk ke tampilan kotak dialog di bawah ini.



ada gambar di atas, installer OS Ubuntu mendeteksi sistem operasi lain, yaitu Windows 7. Ada 3 opsi yang diberikan:
[Install Ubuntu alongside Windows 7]
Pada opsi ini, Ubuntu akan diinstalasikan berdampingan dengan Windows 7. Installer akan secara otomatis menggunakan partisi Windows 7 yang nantinya akan dibagi (split) untuk dialokasikan ke OS Ubuntu. Cukup efektif apabila hanya memiliki 2-3 partisi dalam satu hard disk.
[Replace Windows 7 with Ubuntu]
Installer OS Ubuntu secara otomatis akan menghapus dan menggantikannya dengan OS Ubuntu.
[Something else]
Opsi untuk melakukan pengaturan partisi secara manual oleh pengguna.

Sebaiknya pilih opsi [Something else], karena nantinya akan dilakukan pengaturan partisi secara manual. Selanjutnya, klik tombol [Continue].



Ada 3 komponen penting yang perlu diperhatikan sebelum melanjutkan ke prosedur selanjutnya, yaitu:
Boot loader, yaitu lokasi di mana partisi pertama kali diinstalasikan sistem operasi. Pada kasus ini, boot loader yang dimaksud adalah OS Windows 7 yang berada pda hard disk utama.
Extended Filesystem, yaitu lokasi yang akan digunakan untuk instalasi OS Ubuntu.
Swap, yaitu partisi yang nantinya digunakan untuk swap file.

Jika pada komputer terpasang 2 buah hard disk, nantinya akan muncul dua buah hard disk pada [Device for boot loader installations]. Pilihlah hard disk di mana OS Windows diinstalasikan pertama sebagai boot loader. Jika salah menempatkan boot loader, nanti OS Ubuntu tidak akan menampilkan GRUB yang berisikan Windows 7 dan OS Ubuntu. Boot loader biasanya ditandai dengan kode /dev/sda.

Selanjutnya akan dipilih partisi untuk dijadikan sebagai ruang OS Linux atau extended filesystem untuk OS Linux. Pada gambar di atas, OS Linux akan ditempatkan pada partisi dengan kode /dev/sda7 yang berukuran sekitar 18 Gb. Soroti partisi tersebut, kemudian klik tombol [Change...] untuk menampilkan kotak dialog pengaturan partisi seperti pada gambar di bawah ini.



Pada gambar di atas, ukuran partisi sudah ditetapkan sebesar 18961 Mb atau sekitar 18 Gb. Selanjutnya pada [Use as], pilih jenis partisinya [Ext4 journaling file system]. Jika dikehendaki, berikan tanda centang pada pilihan [Format the partition] untuk memformat ruang partisi tersebut. Kemudian memberikan opsi [/] pada [Mount point] yang berarti akan menjadikan partisi /dev/sda7 sebagai partisi sistem operasi. Tampilan lain untuk pengaturan partisi bisa seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini.



Gambar di atas mengilustrasikan suatu partisi yang sebelumnya masih kosong dan belum diberikan pengaturan sama sekali. Pada prinsipnya sama saja dengan gambar sebelumnya, kecuali terdapat tambahan opsi untuk [Type for the new partition] dan [Location for the new partition]. Jika nantinya muncul seperti gambar di atas, maka opsinya dipilih seperti di atas, kecuali untuk angka partisi. Setelah selesai, klik tombol [OK].

Selanjutnya akan dibuatkan partisi khusus untuk swap atau partisi swap. OS Linux secara otomatis akan mengajukan prosedur pembuatan partisi swap yang ditentukan pada prosedur pengaturan partisi. Ukuran partisi swap biasanya ditetapkan sebagai nilai default sebesar 2 Gb, tetapi masih bisa ditetapkan sendiri lebih besar dari 2 Gb. Lokasi partisi swap bisa ditempatkan pada hard disk utama maupun hard disk lainnya (jika terdapat lebih dari dua hard disk). Soroti partisi yang nantinya digunakan untuk menjadi partisi OS Ubuntu, kemudian klik tombol [Change]. Aturlah opsi pengaturannya seperti pada gambar di bawah ini.



Pada gambar di atas, ruang partisi swap di komputer saya ditempatkan pada hard disk pertama berkode /dev/sda9 dengan ukuran 2145 Mb (sekitar 2 Gb). Pada opsi [Use as], pilih [swap area]. Berikan tanda centang pada [Format this partition], apabila menghendaki untuk diformat. Kemudian klik tombol [OK].

Periksa kembali pengaturan lokasi untuk boot loader, linux partition, dan swap partition. Setelah selesai dan diyakini sesuai dengan rencana pengaturan dual OS, klik tombol [Install Now] untuk memulai proses instalasi OS Ubuntu v12.10.



Selama prosedur instalasi OS Ubuntu berjalan, nanti akan dimunculkan sejumlah tampilan yang diawali dengan tampilan pengaturan waktu seperti pada gambar di atas. Klik peta yang menunjukkan lokasi tempat tinggal hingga menampilkan nama kota yang dikehendaki. Mengingat saya tinggal di Yogyakarta, maka saya akan memilih Jakarta sebagai basis waktu lokal. Selanjutnya klik tombol [Continue], nanti akan masuk ke kotak pengaturan [Keyboard layout] seperti gambar di bawah ini.


OS Ubuntu secara otomatis akan mendeteksi format tampilan papan ketik (keyboard) yang sesuai untuk Anda. Format layout papan ketik untuk Indonesia lebih cenderung menggunakan format dari English (US). Jika tidak ditampilkan demikian, aturlah sendiri dengan mencocokkan kolom sebelah kiri dengan English (US) dan untuk kolom sebelah kanan English (US). Setelah itu, klik tombol [Continue] untuk masuk ke tampilan pemberian identitas komputer pribadi.


[Your name], tuliskan nama lengkap Anda (boleh ada spasi)
[Your computer's name], identitas atau nama komputer (tidak boleh ada spasi, huruf kecil)
[Pick a username], username untuk login (tidak boleh ada spasi)
[Choose a password], pemberian password (sebaiknya lebih dari 5 karakter tanpa spasi)
[Confirm your password], mengulang password dan mengkonfirmasi kesamaan.

Penulis menyarankan agar memberikan pilihan pada opsi [Log in automatically], sehingga nantinya tidak perlu harus menampilkan layar login setiap kali hendak masuk ke layar utama. Tetapi apabila alasan keamanan tertentu, Anda sebaiknya memberikan pilihan pada [Required my password to log in]. Klik tombol [Continue] untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Ada kemungkinan nanti akan ditampilkan kotak konfirmasi mengenai user login, klik saja tombol [Continue] untuk langsung masuk ke tampilan proses install Ubuntu 12.10.


Gambar di atas merupakan tampilan ketika proses instalasi OS Ubuntu sedang berlangsung. Anda akan diperlihatkan sejumlah informasi praktis tentang OS Ubuntu dan fitur-fitur yang disediakan. Setelah proses instalasi selesai, nanti akan muncul kotak dialog di bawah ini.


Keseluruhan prosedur dan proses instalasi telah selesai. Klik tombol [Restart Now] untuk melakukan restart. Nanti secara otomatis pintu drive CD/DVD terbuka, lalu diminta untuk mengeluarkan isinya. Jangan lupa masuk ke pengaturan BIOS untuk mengembalikan pengaturan boot priority ke format semula. Setelah proses boot logo selesai, nanti akan masuk ke tampilan GRUB seperti gambar di bawah ini.


Jika muncul tampilan GRUB (GRand Unified Bootloader) di atas, itu berarti prosedur instalasi OS Ubuntu dual boot telah berhasil. GRUB merupakan daftar rincian sistem operasi yang terdapat pada satu sistem komputer yang sama. Abaikan saja tulisan [Advanced option for Ubuntu] dan [Memory test...]. OS Ubuntu 12.10 terinstal pada baris bertuliskan [Ubuntu], sedangkan OS Windows terinstal pada baris bertuliskan [Windows 7 (loader) (on /dev/sda1)]. Pada kondisi default, opsi utama akan dipilih [Ubuntu] sebagai priority OS. Geserlah tombol kursor ke atas atau ke bawah, kemudian pilih [Ubuntu].


[Unity dash]
Ciri khas yang disematkan oleh OS Ubuntu sejak dirilis versi 11.04. Fungsinya untuk menampilkan keseluruhan aplikasi maupun pengelompokannya. Fitur lainnya bisa untuk menampilkan informasi singkat ataupun akses informasi maupun aplikasi. Pada kondisi default, Unity dash sudah terintegrasi dengan Amazon yang disebut Amazon Shop Lens. Jelajahi dan eksplorasilah fitur Unity dash, karena fitur inilah yang oleh OS Ubuntu ditetapkan untuk menggantikan fitur Application Menu.

[Launcher]
Fungsinya mirip dengan docking bar seperti kebanyakan desktop dock, yaitu untuk mengakses sejumlah aplikasi atau fitur favorit yang sekaligus menjadi jalan pintas yang disematkan pada layar desktop. Pengaturannya cukup terbatas untuk Unity launcher, seperti pengaturan ukuran icon launcher dan menonaktifkan ataupun mengaktifkan mode auto-hide. Untuk pengaturan lainnya membutuhkan aplikasi lain seperti Unity 2D dan Ubuntu Tweak. Tampilan aplikasi favorit masih bisa dipindahkan, dihilangkan, ataupun ditambahkan. Untuk menambahkan aplikasi favorit, bukalah unity dash, kemudian cari aplikasi yang dikehendaki, kemudian klik dan tahan icon aplikasi tersebut, geser ke arah launcher.

[Panel/Top bar] dan [Notification bar]
Letaknya di bagian paling atas layar desktop yang fungsinya untuk ditempatkan informasi aplikasi yang aktif atau tersoroti, ruang untuk menempatkan global menu, dan ruang untuk menempatkan notifikasi (sebelah kanan). Global menu adalah menu bar pada setiap aplikasi yang ditempatkan pada panel bar. Jika diaktifkan, maka menu bar pada masing-masing aplikasi menjadi tidak terlihat. Untuk mengaksesnya harus masuk ke panel bar.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik