Pages

Jumat, 19 April 2013

Hubungan Antara Metovasi Belajar dengan prestasi Belajar


Hubungan Antara Metovasi Belajar dengan prestasi Belajar
            Pada dasarnya setiap manusia mempunyai potensi pada dirinya. Namun bagaimana potensi itu bisa berkembang baik tergantung individu atau karakteristik masing-masing serta lingkungan yang berpengaruh. Begitu juga dengan belajar, seseorang secara langsung dan tidak langsung telah mengalami proses belajar baik itu disengaja maupun tidak. Dalam belajar, motivasi memegang peranan penting. Motivasi adalah sebagai pendorong siswa dalam belajar. Intensitas belajar siswa sudah barang tentu dipengaruhi oleh motivasi.siswa yang ingin mengetahui sesuatu dari apa yang dipelajarinya adalah sebagai tujuan yang ingin siswa capai selama belajar. Karena siswa mempunyai tujuan ingin mengetahui sesuatu itulah akhirnya siswa terdorong untuk mempelajarinya. Apabila seorang siswa mengalami keterpaksaan belajar maka menyebabkan seorang siswa mencari jalan agar belajar menjadi hal yang menyenangkan. Salah satunya melihat motivasi belajar yang dimiliki siswa, karena setiap siswa memiliki motivasi tersendiri baik dari luar maupun dari dalam diri siswa itu sendiri.
            Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut diperhitungkan dalam meraih sebuah prestasi belajar. Oleh karena itu, motivasi tidak bisa dipisahkan dari aktivitas belajar siswa. Siswa tidak akan mempelajari sesuatu bila hal itu tidak menyentuh kebutuhannya. Kebutuhan dan motivasi adalah dua hal yang saling berhubungan. Sebab manusia hidup pada dasarnya tidak terlepas dari berbagai kebutuhan. Kebutuhan itulah nantinya yang mendorong manusia untuk senantiasa berbuat dan mencari sesuatu. Dengan mengetahui motivasi belajar seorang siswa akan lebih mudah menentukan bagaimana dia harus belajar dengan baik. Mengenali motivasi belajar dan karakteristik pribadi serta jurusan atau bidang studi yang ditekuni saat ini, diharapkan akan terdukung pencapaian prestasi belajar optimal.
            Dari aktivitas siswa yang demikian jelas, bahwa segala sesuatu yang akan siswa kerjakan pasti bergayut dengan kebutuhannya. Kebutuhan itu sendiri adalah sebagai pendorong dan aktivitas belajar siswa. Kebutuhan dalam hal ini adalah prestasi belajar. Seluruh aktivitas belajar siswa adalah untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik. Setiap siswa pasti tidak ingin memperoleh prestasi belajar yang jelek. Oleh karena itu, setiap siswa berlomba-lomba untuk mencapainya dengan suatu usaha yang dilakukan seoptimal mungkin. Dalam hal yang demikian maka prestasi belajar bisa dikatakan sebagai kebutuhan yang memunculkan motivasi dari dalam diri siswa untuk selalu belajar.
            Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwasanya mengenali motivasi belajar merupakan faktor yang mempengaruhi dalam pencapaian prestasi belajar, dan tentunya siswa memperhatikan bahwa motivasi belajar yang dimiliki juga disesuaikan dengan karakter atau pribadi serta bidang studi yang ditekuni.
            Dan tidak ada motivasi belajar yang paling baik atau paling buruk, motivasi belajar setiap siswa memang berbeda, dan semua motivasi belajar sama baiknya. Setiap cara mempunyai kekuatan sendiri-sendiri. Dengan demikian jelas bahwa sebenarnya setiap siswa memiliki semua motivasi belajar namun hanya motivasi belajar mana yang lebih dominant  atau berkembang sesuai dengan karakter dan lingkungan di sekitarnya yang turut berpengaruh.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik