Pages

Jumat, 19 April 2013

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Belajar sebagai proses aktivitas selalu dihadapkan pada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a.       Faktor Individual
1)     Fisiologis, meliputi keadaan jasmani
2)     Psikologis, meliputi: faktor kematangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi.
b.      Faktor Sosial/faktor dari luar
Meliputi: faktor keluarga, keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia serta motivasi sosial.
Selain klasifikasi di atas, Thomas F. Staton (Sardiman, 1986: 39-44 mengemukakan enam faktor psikologis dalam belajar yaitu:
a.       Motivasi
      Seorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal, yaitu mengetahui apa yang akan dipelajari dan memahami mengapa hal itu patut dipelajari.



b.      Konsentrasi
      Konsentrasi dimaksudkan sebagai pemusatan segenap kekuatan perhatian kepada suatu situasi belajar. Di dalam konsentrasi ini keterlibatan mental secara detail sangat diperlukan.
c.       Reaksi
      Di dalam kegiatan belajar diperlukan keterlibatan unsur fisik maupun mental, sebagai wujud reaksi. Fikiran dan otot-ototnya harus dapat bekerja secara harmonis, sehingga subyek belajar itu bertindak atau melakukannya.
d.      Organisasi
            Belajar dapat juga dikatakan sebagai kegiatan mengorganisasikan, menata atau penempatan bagian-bagian bahan pelajaran ke dalam suatu kesatuan pengertian. Untuk itu dibutuhkan keterampilan mental untuk mengorganisasikan stimulus dalam belajar.
e.       Pemahaman
      Pemahaman atau komprehension dapat diartikan menguasai sesuatu dengan fikiran. Karena itu, maka belajar berarti harus mengerti secara mental makna dan filosofisnya, maksud dan implikasinya serta aplikasi-aplikasinya, sehingga menyebabkan siswa dapat memahami situasi.
f.       Ulangan
Mengulang-ulang suatu pekerjaan atau fakta yang sudah dipelajari dimaksudkan untuk mengatasi kelupaan dalam belajar. Mengulang pelajaran kemungkinan untuk mengingat bahan pelajaran menjadi besar.
Di samping enam faktor di atas, Sardiman memberikan klasifikasi faktor-faktor psikologis yang lain dalam belajar yaitu:
a. Perhatian, maksudnya adalah pemusatan energi psikis yang tertuju pada suatu obyek pelajaran atau dapat dikatakan sebagai banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai aktivitas belajar.
a.       Pengamatan, adalah cara mengenal dunia riil baik dirinya sendiri maupun lingkungannya dengan segenap panca indera. Jadi dalam belajar itu unsur keseluruhan jiwa dengan segala panca inderanya harus bekerja untuk mengenal pelajaran tersebut.
b.      Tanggapan, adalah gambaran, bekas yang tinggal dalam ingatan setelah orang melakukan pengamatan. Tanggapan itu akan memiliki pengaruh terhadap perilaku belajar setiap siswa.
c.       Fantasi, adalah kemampuan membentuk tanggapan-tanggapan baru berdasarkan atas tanggapan yang ada, atau dapat dikatakan sebagai suatu fungsi yang memungkinkan individu untuk berorientasi dalam alam imajiner, menerobos dunia realitas.
d.      Ingatan, secara teoritis ingatan berfungsi: menerima kesan. Oleh karena itu ingatan akan merupakan kecakapan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan di dalam belajar.
e.       Berfikir, adalah aktifitas mental untuk dapat merumuskan pengertian, mensintesis dan menarik kesimpulan.
f.       Bakat, adalah salah satu kemampuan manusia untuk melakukan suatu kegiatan dan sudah ada sejak manusia ada.
g.      Motif dan Motivasi
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi belajar, ternyata motivasi dapat digolongkan pada faktor individual dan faktor sosial yang dikenal dengan motivasi sosial. Motivasi sosial adalah motivasi yang timbul pada seseorang karena adanya dorongan orang-orang yang ada di sekitarnya, seperti dari orang-orang tetangga, sanak saudara yang berdekatan dan dari teman-teman sepermainan di sekolahnya. Pada umumnya motivasi semacam ini diterima anak tidak dengan sengaja, dan mungkin pula tidak disadari.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik