Pages

Kamis, 04 Juli 2013

KPK Periksa Direktur Fasilitas Umum UI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami penyidikan perkara korupsi pengadaan instalasi teknologi informasi di perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Kamis (4/7). Hari ini KPK menjadwalkan memeriksa dua dosen UI, yakni Donanta Dhanesawara dan R Jachrial Sumabrata.

"Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TN," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Kamis pagi. Donanta adalah Direktrur Umum dan Fasilitas UI. Adapun Jachrial adalah dosen Fakultas Teknik UI.

Wakil Rektor UI, Tafsir Nurhamid (TN) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan instalasi perpustakaan pusat UI tahun anggaran 2010-2011.

Selaku Wakil Rektor di bidang SDM, Keuangan dan Administrasi Tafsir diduga menggelembungkan anggaran proyek yang menyebabkan kerugian negara. Total nilai proyek digelembungkan hingga mencapai Rp 21 miliar. Dia diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 35 miliar dalam pengadaan teknologi informasi di perpustakaan baru UI.

Seperti diketahui, penyelidikan perkara dugaan korupsi teknologi informasi UI merupakan tindak lanjut dari laporan kelompok akademisi yang tergabung dalam Save UI. Mereka telah melaporkan serta menyerahkan bukti-bukti dugaan korupsi pada proyek bernilai Rp21 miliar tersebut.

Pada 26 September 2012, Auditor Utama Keuangan Negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sjarifudin Mosii mengungkapkan, BPK menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp35 miliar dalam pengadaan teknologi informasi di perpustakaan baru UI. Selain itu, BPK menemukan indikasi praktik 'pinjam bendera' yang dilakukan pihak UI. Karena tak ditemukan konsultan pengadaan teknologi informasi untuk perpustakaan. Artinya, pemilihan konsultan dilakukan tanpa tender.

Untuk kasus lain, berdasarkan hasil audit Pengelolaan Dana Masyarakat tahun anggaran 2009-2011 di Universitas Indonesia oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dipublikasikan pada Januari 2012 menemukan adanya potensi kerugian negara sekitar Rp45 miliar dalam dua proyek di UI.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik