Pages

Kamis, 02 Mei 2013

Karakteristik Atau Ciri-ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi


Karakteristik Atau Ciri-ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi
Karakteristik kurikulum berbasis kompetensi antara lain mencakup seleksi kompetensi yang sesuai spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan kesuksesan pencapaian kompetensi dan pengembangan sistem pembelajaran.
Depdiknas (2002) mengemukakan bahwa KBK memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi peserta didik baik secara individual maupun klasikal.
  2. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
  3. Pencapaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
  4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
  5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
Sedangkan menurut E Mulyasa dalam bukunya yang berjudul "Kurikulum Berbasis Kompetensi" menerangkan bahwa sedikitnya ada enam karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yaitu:
  1. Sistem belajar dengan modul
Modul disini adalah suatu paket kurikulum yang disediakan untuk belajar sendiri, sedangkan yang dimaksud pengajaran modul disini adalah pengajaran yang sebagian atau seluruhnya didasarkan atas modul, misalnya seorang guru menggunakan metode tradisional, akan tetapi juga menggunakan modul baik itu sebagian ataupun secara keseluruhan.
Tujuan dari pengajaran ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran di sekolah, baik waktu dan fasilitas maupun tenaga guna mencapai tujuan secara optimal.
  1. Mengunakan keseluruhan sumber belajar
Mengunakan sumber belajar secara maksimal sangat dibutuhkan agar dalam proses belajar mengajar tidak terjadi kevakuman, bukan hanya guru yang aktif tatapi keaktifan peserta didik lebih diutamakan, selain itu untuk melengkapi, memelihara dan memperkaya khazanah belajar, sumber belajar juga dapat meningkatkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik, yang sangat menguntungkan baik bagi guru maupun peserta didik.
  1. Pengalaman lapangan
Dalam KBK lebih menekankan pada pengalaman lapangan yang dapat secara sistematis melibatkan masyarakat dalam pengembangan program, aktifitas dan evaluasi pembelajaran. Keterlibatan ini sangat penting karena masyarakat adalah pemakai dari produk pendidikan, selain itu pengalaman lapangan ini dapat mengakrabkan antara guru dengan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, karena dengan adanya keakraban tersebut dapat menambah kekuatan dan minat peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran dan terlindunginya guru terhadap rasa tidak senang peserta didik.
  1. Strategi belajar individual personal
Belajar individual adalah belajar berdasarkan tempo belajar peserta didik, sedangkan belajar personal adalah interaksi edukatif berdasarkan keunikan peserta didik (bakat, minat dan kemapuan). Dalam strategi ini tidak hanya sekedar individualisasi dalam pembelajaran untuk memnuhi kebutuhan-kebutuhan kognitif peserta didik, tetapi mencakup respon-respon terhadap perasaan pribadi dan kebutuhan pertumbuhan psikososial peserta didik.


  1. Kemudahan belajar
Kemudahan belajar disini diberikan melalui kombinasi antara pembelajaran individual dengan pengalaman pembelajaran dan pembelajaran secara tim. Hal tersebut dilakukan melalui berbagai media komunikasi yang dapat didayagunakan secara optimal untuk memberikan kemudahan dalam belajar untuk mencapai atau menguasai kompetensi tertentu.
  1. Belajar tuntas (Mastery learning)
Strategi belajar tuntas ini dikembangkan oleh Bloom (1968), strategi belajar ini maksudnya adalah dikuasainya seluruh materi pelajaran oleh peserta didik (penguasaan secara penuh), kembali pada tujuan akhir guru mengajar adalah agar seluruh bahan yang disampaikan dikuasai sepenuhnya oleh peserta didik, bukan hanya oleh sebagian orang saja yang diberikan angka tertinggi.
Dari sini jelas bahwa belajar tuntas harus diterapkan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik