Pages

Senin, 26 Januari 2015

Analisis Kerusakan Pada PlayBack Televisi

Kerusakan komponen pada chasis TV terkadang tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, termasuk juga bila Flyback Rusak. Flyback yang juga dikenal dengan FBT, LOPT / Line output transformer atau HVT / high voltage transformer memiliki fungsi yang vital pada TV jenis CRT / tabung yakni untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk tabung gambar bagian anode dan tegangan yang dihasilkan bisa berkisar antara 20 hingga 30kV yang juga bergantung dari ukuran layar TV.
jenis kerusakan flyback terbagi menjadi dua bagian yaitu karusakan fisik(tampak) dan kerusakan non fisik,
Kerusakan fisik

1.Tegangan tinggi bocor
2.Tegangan tinggi nembak
3.Tidak mau fokus atau fokus tidak stabil

Kerusakan non fisik

1.BIla diukur dengan multi tester kaki ground dan kaki colector nya bolak balik nyambung
2.tegangan B+ menjadi drop
3.Teganga B+ sekunder tidak normal
Khusus kerusakan  non fisik no 2 kita harus  tentukan dulu siapa biang keladinya B+jadi ngedrop? flyback atau regulatorkah? nah untuk mendeteksinya caranya cukup mudah.

Pertama putuskan jalur B+  yang menuju flyback kemudian paralelkan lampu pijar 100 watt pada elco 160volt/100/220micro farad( perlu diingat bahwa lampu oijar 100waat beban pengganti flyback) lalu hidupkan tv, lalu ukur teganganya, jika tegangan tetap stabil misalnya B+nya 115volt, bisa dipastikan penyebab dropnya B+ adalah flyback,tapi sebaliknya jika B+ ngedrop maka regulatornyalah kerusakan ini biasa disebut kerusakan tegangan palsu.pada poltron model majig sering melar nilainya 0,22 ohm area 517 melar menjadi 0,33 ohm Rini disusun seri dengan emitor tr regulator  .
Terkadang bila flyback mengalami kerusakan akan sedikit sulit dikenali, ini karena kumparannya benar2 benar tertutup rapat oleh bodi flyback itu sendiri.


Nah berikut dibawah ini ada beberapa ciri bila flyback rusak :Bila pada bodi flyback terlihat loncatan api / tegangan tinggi, bisa juga keluar di antar kaki flyback, lihat di untuk data kaki flyback mengetahui kaki kaki flyback.

Bila layar tidak menyala (anode tidak ada tegangan) sedangkan bila diukur pada bagian input tegangan rendah normal

Transistor horizontal jebol terus, diganti rusak lagi dan lagi. Untuk ciri kerusakan ini kita harus jeli karena bisa juga deflection yoke yang menjadi penyebabnya.
Bila terlihat bodi flyback cacat, bisa berupa lubang kecil, warna yang berubah, ukuran yang menggembung di bagian tertentu atau bisa juga berupa lelehan bodi karena panas.
Resistor pada blok ABL (auto bright limiter) jebol. Bila resistor ini rusak bisa menjadi indikator flyback rusak atau akan rusak. Bila resistor rusak tapi tabung masih berfungsi biasanya umur tabung tidak akan lama.

Adanya resistansi yang terukur / ada hubungan antara primer dan sekunder menandakan flyback bocor (bocor kumparan)
Bila diukur pada pin ABL dari flyback short ke grounding
Bila diukur menggunakan AVO (10K) terdapat resistansi antara Ground Flyback dan Anode cap.
Transistor horizontal overheat, bisa karena gulungan flyback yang setengah short
Power supply yang protek dan berbunyi
Terjadi kondisi Protek, harus jeli karena banyak penyebab yang lain
Tegangan B+ yang drop karena FBT menyedot arus dari supply secara over
Terdengar suara “cesss” / berdesis. Biasanya ada kebocoran sedikit, bawa ke tempat yang gelap untuk memudahkan pencarian bagian yang bocor. Ciri flyback rusak lainnya yaitu adanya bau khas (bau ozon) karena udara yang terkena tegangan high voltage dari FBT
Terdengar suara “pletek pletek”, kasus sama dengan atas ^^. Penyebabnya biasanya karena bahan anode cap / kabel isolator mengalami degradasi sehingga terjadi loncatan tegangan.
Raster yang gelap atau tidak fokus, pada beberapa kasus bisa diatasi dengan cangkok flyback


 Kunjungi Website
www.tutorialteknisi.com

jual produk tutorial komputer, laptop, jaringan, mikrotik
jual alat alat servis

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik