Pages

Kamis, 04 Juli 2013

Tangkal Pelampiasan Macan

Logo ISL (foto:Ist)
Logo ISL (foto:Ist)
Persegres Gresik United tidak bisa lagi berharap kemenangan besar seperti kala menuntaskan PSPS Pekanbaru 5-1. Pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL), Jumat (5/7/2013), Persegres melayani lawan yang lebih berbobot, yakni Persija Jakarta.

Kedatangan Persija ke Gresik membawa setidaknya dua misi. Pertama tentu saja mencari pelampiasan setelah diempaskan Arema Cronous 3-1 di pekan sebelumnya. Kedua tentu saja mengembalikan tren positif beberapa pekan terakhir yang amburadul di Malang.

Persegres sendiri dalam situasi positif dan mood yang bagus setelah mencatat dua kemenangan beruntun. Paling tidak mereka cukup percaya diri sebelum menghadapi Persija yang juga tidak bisa diremehkan. Pelatih Persegres, Widodo C Putro pun menggelorakan semangat timnya untuk mencatat hattrick kemenangan.

“Persija tim yang memiliki berambisi tinggi. Itu terlihat bagaimana mereka meladeni Arema beberapa hari lalu. Itu menjadi pelajaran bahwa mereka jelas berbeda dibanding PSPS Pekanbaru,” ucap Widodo.

Ada sejumlah aspek yang membuat Widodo bisa tersenyum. Salah satunya adalah kinerja lini kedua dalam membantu produktivitas tim. Dari dua pertandingan terakhir, tujuh gol diciptakan dan hanya satu yang lahir dari striker utama Rizky Novriansyah kala menjamu PSPS.

Selebihnya, gol diciptakan pemain berposisi gelandang, seperti Ngon Mamoun dan Agus Indra yang telah mencetak gol beruntun di dua pertandingan. Rekrutmen anyar Sultan Samma juga sangat progresif. Widodo pun tak ragu menagih konsistensi pemain tengahnya untuk menjadi solusi setelah Aldo Baretto tidak lagi bisa dilibatkan.

“Yang jelas kami jauh lebih kreatif. Semua pemain menyadari bahwa Persegres tak bisa mengandalkan gol dari striker. Saya pikir itu sangat penting dipertahankan untuk menghadapi Persija yang kekuatannya relatif komplit musim ini,” terang pelatih berusia 42 tahun ini.

Persegres mendapat tambahan kekuatan dengan kembalinya gelandang Shohei Matsunaga. Paling tidak pemain asal Negeri Sakura ini bisa menjadi opsi alternatif di saat komposisi yang ada sebenarnya sudah cukup mapan. Secara umum, kondisi tim Persegres bisa dikatakan nyaris sempurna.

Kondisi sebaliknya dialami tim tamu Persija Jakarta. Bekerja keras menghadapi Arema Cronous, membawa konsekuensi mahal karena terganggunya kondisi kebugaran tiga legiun asing. Roberto Pugliara, Pacho Kenmogne serta Rohit Chand, semuanya dalam pemantauan intensif dokter tim.

Pelatih Persija, Benny Dolo masih menunggu progres ketiganya walau mengakui peluangnya sangat kecil. “Melihat cedera ketiganya, peluang pulih saat pertandingan lawan Persegres memang sangat kecil. Tapi saya tetap menunggu kondisi terakhir nanti sebelum membuat keputusan,” terang Benny Dollo.

Tim berjuluk Macan Kemayoran dipastikan bakal melemah jika ketiganya harus absen. Benny Dollo harus memanfaatkan pasukan lokal untuk menghadapi Persegres yang dalam situasi siap tempur. Pelatih asal Manado tak menampik dirinya mempersiapkan strategi alternatif melihat situasi di timnya.

“Pastinya ada strategi lain yang saya persiapkan sebagai antisipasi kalau pemain banyak yang absen. Target tetap, pokoknya Persija ingin mendapatkan angka di Gresik. Semula saya ingin dapat poin di Malang dan Gresik. Karena di Malang gagal, ya kami harus berusaha lebih keras di Gresik,” urai dia.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik