Pages

Kamis, 04 Juli 2013

KPK Terus Dalami Peran Anas di Hambalang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami peran tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang, Bogor Jawa Barat.

Pada Kamis (4/7) hari ini, dua pengurus Partai Demokrat dijadwalkan diperiksa KPK.

Mereka adalah Didik Kukrianto (DPP Partai Demokrat), Rezafi Akbar (Staf Partai Demokrat).

"Keduanya akan diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Kamis (4/7) pagi.

Pemeriksaan pengurus Partai Demokrat ini diduga terkait penyidikan KPK dalam dugaan penerimaan hadiah atau janji proyek tersebut. Diduga, ada aliran dana Hambalang ke Kongres Partai Demokrat pada 2010 lalu di Bandung.

Dugaan itu mengemuka dari pemeriksaan terhadap Saan Mustopa, Selasa lalu. Usai menjalani pemeriksaan, Saan mengaku ditanya penyidik seputar Kongres yang dimenangkan Anas.

Selain dua pengurus partai, penyidik juga memanggil Manager Hotel Aston Tropicana bernama Yogi serta Muhamad Fadhil selaku Karyawan PT Adhi Karya. Sama seperti dua pengurus Demokrat, keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi.

Seperti diketahui, mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sudah berstatus tersangka sejak bulan Februari 2013. Anas diduga t menerima hadiah atau janji dari proyek Hambalang.

Anas diduga telah menyalahgunakan wewenangnya. Anas disebut melanggar pasal 12 a, b atau pasal 11 Undang-undang 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik