Pages

Kamis, 20 Juni 2013

TvOne Keberatan Dipaksa Minta Maaf oleh KPI

Stasiun televisi milik kelompok bisnis Bakrie, TvOne, menyatakan keberatannya atas teguran dan sanksi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait siaran program bertajuk Socialitte yang dianggap penuh rekayasa. Melalui General Manager Internal Affair, Totok Sunaryanto, TvOnemengambil langkah dengan mengirimkan surat keberatan mereka. 

"Surat keberatan sudah siap dikirim siang ini. Kita ini kan bukan pihak yang bodoh, jadi janganlah gegabah dalam memberikan sanksi,” ujar Totok ketika dihubungi melalui telepon pagi tadi, Selasa, 13 Desember 2011.

Tentang kemungkinan lain setelah keberatan dilayangkan, Totok mengaku tidak hendak berandai-andai. "Kami tidak perlu mencari tahu perkembangannya, lihat nanti kalau suratnya sudah diterima KPI."

Wakil Ketua KPI Bidang Siaran, Nina Armando, menyatakan keterbukaannya atas sikap keberatan TvOne. "Semua lembaga penyiaran yang diberi sanksi berhak menyatakan keberatannya, tapi harus ada mekanismenya. Kita punya bukti yang kuat berdasarkan hasil analisis," kata Nina.

KPI memberikan teguran dan sanksi administratif bagi TvOneatas program Socialitte yang ditayangkan pada 19 November 2011. KPI mewajibkan TvOne untuk membuat permintaan maaf kepada publik dan juga kepada Valencia Mieke Randa, sang pelapor, selama tujuh hari berturut-turut sebanyak satu kali dalam sehari. Permintaan maaf harus dilakukan mulai 13 Desember hingga 19 Desember 2011.

Pada episode Socialitte yang dipersoalkan tersebut, stasiun televisi ini menayangkan acara lelang fashion show untuk penggalangan dana. Kasus bermula ketika Valencia Mieke Randa atau Silly diundang untuk menjadi pembicara yang diminta menceritakan penderitaan seorang anak penderita gagal ginjal yang hendak dibantu. 

Namun, pada akhir tayangan, dana yang terkumpul tidak disalurkan sesuai janji. Oleh karena itu, Silly meminta TvOne untuk memotong gambar dirinya dengan Nando, anak yang menderita sakit itu, karena dianggap rekayasa. Permintaan tak sepenuhnya dilakukan karena dalam program yang ditayangkan itu, gambar Silly dan Nando tetap muncul.

"Walaupun satu detik atau dua detik, rekayasa pada isi siaran adalah pelanggaran," ujar Nina menutup pembicaraan.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik