Pages

Rabu, 26 Juni 2013

Tragedi 1950 Hantui Brasil

Belo Horizonte: Meski tampil gemilang selama babak penyisihan grup dan menyandang status sebagai juara grup A, tidak ada jaminan Brasil bakal bisa lolos dengan mudah ke final Piala Konfederasi.

Pasalnya, mereka harus bisa melewati Uruguay terlebih dahulu di semi final di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (26/6). Kedua tim dikenal punya sejarah rivalitas yang panjang.

La Celeste tercatat pernah memecundangi Brasil pada final Piala Dunia 1950 di depan publiknya sendiri, Stadion Maracana, Rio de Janeiro. Kekalahan itu bahkan sampai kini masih membekas pada sebagian suporter Selecao.

Pun meski Brasil punya rekor bagus menghadapi Uruguay beberapa tahun terakhir, perasaan waswas tetap saja menggelayuti sebagian penggawa Brasil.

Kiper Julio Cesar bahkan sampai harus mengingatkan lagi rekan-rekannya untuk tidak menganggap enteng tim besutan Oscar Tabarez tersebut.

Menurut dia, dengan para pemain seperti Edinson Cavani, Diego Forlan, ataupun Luis Suarez, Uruguay bukanlah lawan yang mudah.

“Duel Brasil versus Uruguay itu seperti derby. Sebagian orang bahkan mengatakan laga itu lebih mengerikan ketimbang duel Brasil melawan Argentina. Uruguay sangat kuat dalam menyerang dan mereka bisa menentukan pertandingan sesuai keinginan," tegasnya.

Ditambah lagi, kata kiper Queens Park Rangers tersebut, Diego Lugano dan kawan-kawan saat ini dalam kepercayaan diri penuh seusai menjuarai Copa America. Karena itu laga di penyisihan grup tidak bisa menjadi paramater.

Uruguay lolos ke semi final sebagai runner-up Grup B setelah kalah dari Spanyol dan menang atas Nigeria dan Tahiti. Sebaliknya, Brasil tampil sebagai juara grup dengan menyapu bersih tiga laga mereka.

"Saya kenal mereka semua dengan baik, jadi kami harus berhati-hati. Hal sekecil apapun dapat menentukan pertandingan. Tidak ada tim favorit dalam laga nanti. Apalagi mereka dalam kepercayaan diri penuh setelah menjuarai Copa America 2011. Saya hanya berharap kami menemukan cara untuk mengalahkan mereka," kata Cesar lagi.

Kali terakhir Uruguay mengalahkan Brasil adalah pada 2001 silam di kualifikasi Piala Dunia. Ironisnya, itu adalah laga perdana Scolari sejak ditunjuk menukangi Brasil. Setelah itu Brasil tercatat empat kali menang dan dua imbang.

"Mereka punya banyak striker hebat. Jadi kami harus memerhatikan lini pertahanan jika tidak mau kebobolan. Padahal kami belum menemukan keseimbangan di semua lini," tandas Cesar.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik