Pages

Selasa, 25 Juni 2013

Smart Legacy, Asuransi Warisan Dolar

Jakarta: Banyaknya nasabah Indonesia membeli premi asuransi jiwa dalam mata uang dolar Amerika Serikat di luar negeri membuat Allianz Life Indonesia merancang bentuk yang serupa.

"Namanya Smart Legacy. Ini untuk menggarap kelas atas dengan tujuan perencanaan warisan. Uniknya, produk ini tersedia dengan mata uang dolar Amerika Serikat dengan uang pertanggungan mulai dari US$300 ribu," ungkap Head of Market Management Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen.

Produk itu diluncurkan pada Februari 2013. Bisa dibilang produk tersebut yang pertama kali ada di Indonesia. Target pasarnya memang tidak banyak tapi nilainya dipastikan sangat tinggi.

Maklum, target pasar Smart Legacy ialah premiere banking customer yang banyak membeli produk serupa seperti di Singapura. "Nasabah biasanya membeli produk ini di luar negeri. Jadi kami ingin menarik nasabah agar uangnya ditanam di dalam negeri," ujar Karin.

Uniknya lagi, sambung Karin, karena pihaknya bekerja sama dengan Standard Chartered Bank, ada fasilitas bernama premium financing.  Artinya, untuk pembayaran premi nasabah bisa memeroleh pinjaman dari Standard Chartered.

"Misalnya, premi sebesar US$100 ribu. Ini tergantung usia nasabah. Standard Chartered bisa memberikan pinjaman maksimal 70% dan sisanya ditanggung nasabah. Preminya tunggal atau sekali bayar, tidak tiap bulan atau tahun," terang Karin.

Smart Legacy berbeda dengan unit link. Biasanya, hasil investasi produk ini fluktuatif. Allianz melihat ada segmen khusus yang ingin hasil investasinya tetap.

"Return investasi di Smart Legacy kami jamin minimal sebesar 4% dalam dua tahun pertama dan 2,5% setiap tahun sepanjang hidup. Kalau hasilnya lebih tinggi, nasabah bisa mendapat lebih. Ini menarik karena hasil deposito dolar tidak sebesar itu," tutur Karin.

Menurut Karin, kebanyakan nasabah Smart Legacy punya bisnis. Dengan uang pertanggungan dari Smart Legacy, ahli waris dapat terjamin dengan warisan yang sudah dipastikan sehingga dapat terus menjalankan bisnis yang ditinggalkan. "Jadi, ahli waris tidak perlu khawatir perusahaan akan diambil alih pemegang saham lain atau pengusaha lain," ujarnya.

Untuk diketahui, Allianz mengelola sebagian besar dana nasabah di obligasi pemerintah. Pihaknya memproyeksikan premi yang terkumpul hingga akhir tahun sampai US$100 juta.

Keunikan Smart Legacy dibenarkan Head of Bancassurance Bank Standard Chartered Bobby Kusnandar. Seperti kita ketahui, dolar Amerika Serikat merupakan mata uang dominan dunia. Dari tahun ke tahun, tren mata uang dolar Amerika punya pergerakan yang lebih stabil dibandingkan dengan rupiah.

"Seiring dengan product positioning Smart Legacy sebagai solusi perencanaan warisan atau perlindungan bisnis jangka panjang serta menyediakan nilai manfaat yang pasti, kami menilai bahwa kepastian nilai manfaat juga harus diiringi dengan nilai mata uang yang stabil," tegas Bobby.

Selain itu, Allianz melengkapi fitur dengan platinum service. Layanan ini memberikan nasabah fasilitas medical check up setiap dua tahun sekali.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik