Pages

Rabu, 26 Juni 2013

Provident Agro Bantah LIH Bakar Lahan




Jakarta: PT Provident Agro membantah PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) terlibat dalam kebakaran lahan yang kini meluas di wilayah Riau.

Sebagai pemilik 99,98% saham di PT LIH, PT Provident Agro memastikan pihaknya bukanlah penyebab kebakaran di Desa Sering, Riau, karena wilayah tersebut bukanlah lahan yang masuk ke dalam Hak Guna Usaha (HGU) PT LIH.

Desa Sering yang merupakan salah satu lokasi salah satu kebakaran terjadi letaknya sekitar 11 kilometer dari wilayah HGU PT LIH.

Direktur PT Provident Agro Kumari mengatakan, PT LIH memiliki HGU atas dua wilayah yang terletak di Desa Rantau Baru, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pangkalan kuras, Pelalawan seluas 7.690 hektare dan di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pangkalan Kuras, Pelalawan seluas 1.334 hektare. Total HGU yang dimiliki adalah 9.024 hektare. "Luas lahan yang sudah ditanam 6.583 hektare," terang Kumari di Jakarta, Selasa (25/6).

Menurut dia, berdasarkan pantauan di lapangan pada 21 Juni, tidak ada satu titik api di wilayah mereka. Apalagi, lahan mereka dilewati Sungai Nilo dan Sungai Kampar, serta terdapat parit batas di ujung lahan HGU agar titik HGU satu perusahaan tidak tumpang tindih dengan perusahaan lainnya.

Kumari mengatakan pihaknya sudah mengklarifikasikan fakta di lapangan kepada pemerintah. Walaupun demikian, dia mengakui secara formal belum pernah menerima ajakan baik dari pemerintah maupun perusahaan untuk bersama-sama memeriksa lokasi titik api maupun klarifikasi antar perusahaan perkebunan.

"Kami lakukan tindakan pencegahan seperti menempatkan petugas keamanan di banyak titik sehingga diharapkan tidak ada titik api baru," ungkap Kumari.

Pandit Sulikstyo dari Dept Head Safety, Health and Environment mengatakan, PT LIH sudah mengimplementasikan kebijakan zero burning policy sejak 2007.

Beberapa cara pembukaan lahan yang digunakan antara lain dengan cara manual seperti menebang dengan kapak, golok, dan alat-alat berat seperti traktor dan mesin-mesin pemotong lainnya. Hal itu berlaku untuk penanaman baru dan untuk penanaman kembali.

Direktur Provident Argo Rudi Ngadiman mengaku siap untuk mengklarifikasikan mengenai ketidakterlibatan PT LIH dalam kebakaran hutan di total lahan seluas 850 hektare di Riau. Ia mengaku siap jika PT LIH harus diperiksa karena merasa memiliki bukti.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik