Pages

Selasa, 25 Juni 2013

Popularitas PM Australia Julia Gillard Melorot

Canberra: Kepemimpinan Perdana Menteri Australia Julia Gillard sedang disorot dan dikritik menyusul rendahnya dukungan yang diberikan kepada Partai Buruh yang dipimpinnya.

Popularitas Gillard yang melorot serta rendahnya elektabilitas Partai Buruh disebabkan mencuatnya ketegangan antara Gillard dan saingan utamanya, Kevin Rudd. Gillard sendiri menuduh isu terhadap kepemimpinannya telah 'di-setting' pada Maret, saat dia memenangkan suara dengan mengejutkan Rudd.

Pendukung Gillard menyerukan untuk diakhirinya kebuntuan ini. "Kita tentu tidak ingin (kebuntuan) ini berlanjut. Ini harus diselesaikan," ungkap Menteri Perubahan Iklim Greg Combet, Senin (24/6).

Salah satu menteri paling senior di pemerintahan Gillard itu menyerukan rival Gillard agar bersikap bersih dalam pemungutan suara partai itu pekan ini. "Kita tidak bisa membiarkan spekulasi seperti ini berlanjut menuju pemilu," tegasnya lagi.

Sebuah poling, Newspoll, di koran Australia yang terbaru menunjukkan kelompok konservatif unggul dengan dukungan 57%, sementara Partai Buruh meraup dukungan 43%.

Tak hanya oleh Rudd, popularitas Gillard juga lebih rendah ketimbang pemimpin dari kubu oposisi, Tony Abbot. Popularitas Abbot menanjak setelah ia berjanji akan menekan pengeluaran pemerintah jika dia memenangkan pemilu. Isu lain yang dijanjikan Tony yaitu penghapusan emisi karbon yang krotroversial serta menetapkan pajak 30 % bagi perusahaan tambang bijih besi dan batu bara.

Tony juga berjanji untuk mengetatkan aplikasi Undang-Undang Keamanan Perbatasan untuk memblokade ribuan pencari suaka yang tiba dari Srilanka dan di mana Indonesia menjadi transit poin. Sikap itu memang telah memicu ketegangan dengan pemerintah Indonesia namun berhasil memenangkan banyak simpati warga Australia.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik