Pages

Senin, 01 Juli 2013

Pertamina Pastikan Pemasangan RFID Tertunda

Jakarta: Pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) pada mobil pribadi dan umum yang menjadi alat pemantau konsumsi BBM bersubsidi dipastikan tertunda dari target awal, Senin (1/7) . Pasalnya, Pertamina sibuk memastikan distribusi BBM merata menyusul perubahan harga BBM bersubsidi pada pekan ketiga Juni.

"Targetnya awalnya kan Juli, kami berupaya mudah-mudahan 1 Juli. Tapi, kan ada penaikan harga BBM, jadi SPBU kami operasikan 24 jam. Kami tidak bisa ngapa-ngapain (selain) untuk menjaga distribusi tidak terganggu. Jadi mudah-mudahan pertengahan Juli bisa dimulai," tutur Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mudakir kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (30/6).

Pemasangan RFID pada mobil pribadi dan umum baru akan dilakukan setelah mesin pembaca dipasang di SPBU. Sedangkan, pemasangan RFID di SPBU masih diupayakan untuk selesai pada Juli. "Sekarang SPBU sudah proses, sudah jalan," katanya.

Yang akan melakukan pemasangan RFID adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) setelah perseroan tersebut menang tender pengadaan RFID pada April. Tahap pertama pemasangan RFID adalah di Jabodetabek. Alat kendali akan dipasang di 100 juta kendaraan dan 5.027 SPBU di seluruh Indonesia dengan target selesai pada akhir Juni 2014 atau tepat satu tahun.

Dari 100 juta kendaraan tersebut terdiri dari 11 juta mobil penumpang, 80 juta sepeda motor, 3 juta bus, dan 6 juta truk. Rencana pemasangan RFID tahap pertama adalah di tiga provinsi, Jakarta, Kaltim, dan Kalbar.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik