Pages

Rabu, 26 Juni 2013

Penjelasan Polda Jabar soal Bentrokan di Cianjur

Aksi unjuk rasa menolak keberadaan tambang pasir besi di Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa kemarin berujung bentrok.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, awalnya warga di tiga kecamatan dan LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) melakukan aksi unjuk rasa sekira pukul 11.00 WIB. Estimasi pengunjuk rasa saat itu 800 orang.

“Awalnya aksi berjalan damai. Tapi setelah perwakilan massa diundang dialog, kericuhan pun pecah dan massa mulai melempari kantor PT Megatop menggunakan batu,” terang Martin.

Dalam serangan pertama itu, lemparan batu menyebabkan kerusakan pada bangunan kantor dan merusak tiga kendaraan.

Polisi berhasil mendorong massa keluar lingkungan perusahaan. Namun aksi terus berlanjut di luar lingkungan perusahan.

“Aksi saling lempar itu kembali terjadi. Akibatnya, tiga motor yang sedang diparkir rusak. Tidak hanya itu, sebagian pengunjuk rasa juga mendobrak pagar seng dan membakar alumunium yang disimpan di gudang,” bebernya.

Dia melanjutkan, sekira pukul 13.00 WIB datang sekira 200 orang dari arah selatan dan langsung merangsek masuk ke dalam perusahaan.

“Massa kemudian membakar mesin genset. Akhirnya anggota Dalmas mendorong massa sampai ke jalan raya. Sempat terjadi bentrok fisik,” jelasnya.

Massa yang semakin beringas terus melakukan perlawan kepada polisi hingga melukai sekira 15 orang anggota. “Mereka semua luka terkena lemparan batu,” katanya.

Bentrokan pun kembali pecah setelah massa menjebol pagar seng di sebelah barat. Namun, akhirnya massa mundur setelah polisi menembakkan gas air mata sekira pukul 13.45 WIB.

Selain 15 polisi, tiga orang dari pengunjuk rasa juga luka.

Martin membantah isu yang beredar bahwa tiga warga itu terkena peluru tajam polisi. “Isu itu tidak benar. Tida ada warga yang terkena peluru tajam,” tegasnya.

Dari penelusuran polisi, tiga orang itu merupakan warga Kecamatan Cidaun. Mereka sempat dirawat ke Puskesmas Sindang Barang. Mereka adalah Tibyan (23) menderita luka lecet di dada kanan, Asep (29) lecet di dada kiri dan luka di kepala, dan Mustopa (30) luka di tangan kanan.

“Untuk Asep dan Mustopa kondisinya sudah membaik. Keduanya sudah diperbolehkan pulang,” tutupnya.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik