Pages

Rabu, 26 Juni 2013

Konsumsi Kopi Indonesia masih Rendah






Jakarta: Meskipun Indonesia menjadi produsen kopi terbesar ketiga di dunia, konsumsi kopi di dalam negeri masih rendah. Pasar domestik justru dimasuki kopi impor yang yang disinyalir kopi instan berkualitas rendah.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan industri pengolahan kopi saat ini menjadi salah satu industri prioritas yang terus dikembangkan. Untuk mendukung upaya itu, Kementerian Perindustrian telah menyusun peta jalan (road map) pengembangan gugus industri pengolahan kopi.

“Pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri memiliki prospek sangat baik. Mengingat konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata baru mencapai 1,2 kilogram per kapita per tahun,” ujarnya saat membuka pameran dan seminar Kopi Nusantara 2013 di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (25/6).

Konsumsi kopi domestik masih rendah dibandingkan dengan negara-negara yang justru menjadi pengimpor kopi. Amerika Serikat, misalnya, konsumsi rata-ratanya mencapai 4,3 kilogram per kapita per tahun. Untuk Jepang 3,4 kilogram, Austria 7,6 kilogram, Belgia 8,0 kilogram, Norwegia 10,6 kilogram, dan Finlandia 11,4 kilogram per kapita per tahun.

Ia memaparkan sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam, Indonesia mampu memproduksi sedikitnya 748 ribu ton atau 6,6% dari produksi kopi dunia pada 2012. Dari jumlah tersebut, produksi kopi robusta mencapai lebih dari 601 ribu ton (80,4%) dan produksi kopi arabika mencapai lebih dari 147 ribu ton (19,6%).

“Produktivitas tanaman kopi di Indonesia baru mencapai 700 kilogram biji kopi/ha/tahun untuk robusta dan 800 kilogram biji kopi/ha/tahun untuk Arabica. Produktivitas negara tetangga seperti Vietnam mencapai 1.500 kilogram/ha/tahun.”

Konsumsi produksi kopi olahan di dalam negeri sendiri sebenarnya terus tumbuh. Pertumbuhan rata-ratanya 7,5% per tahun. Hidayat optimistis pertumbuhan konsumsi kopi di dalam negeri masih bisa terus ditingkatkan.

“Dengan didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri mengalami peningkatan yang signifikan,” tuturnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik