Pages

Sabtu, 22 Juni 2013

Gelombang Protes Membesar, FIFA Takkan Batalkan Piala Konfederasi



BRASÍLIA – Arus demonstrasi di Brasil nampaknya belum ada tanda-tanda mereda, malah akan terus membesar. Gelombang protes pun diperkirakan akan membawa satu juta massa pada saat puncaknya. Gelaran Piala Konfederasi pun di ambang pembatalan jika situasi keamanan mulai kacau.
 
Para pendemo itu menuntut pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat. Timbulnya gelombang protes ini tak lain lantaran pemerintah dianggap terlalu banyak mengeluarkan uang rakyat hanya untuk menyiapkan Piala Konfederasi dan Piala Dunia tahun depan.
 
Anggaran pun membengkak, namun dana triliunan itu tak dirasakan langsung oleh rakyat – hanya untuk membangun infrastruktur stadion, sarana serta pra sarana di sekitar 12 venue yang disiapkan untuk pesta sepakbola dunia. Menanggapi demonstrasi yang kabarnya sudah menjurus anarki, FIFA menyatakan akan tetap menghampar Piala Konfederasi.
 
“Saat tahap ini, saya ulangi, pada tahapan ini, FIFA, komite panitia lokal ataupun pemerintah, sama sekali tidak mendiskusikan atau mempertimbangkan untuk membatalkan Piala Konfederasi,” terang juru bicara FIFA, Pekka Odriozola, seperti disadur KhaleejTimes, Sabtu (22/6/2013).
 
Kabar pembatalan ini dikatakan sempat diprakarsai pihak ofisial tim Italia. Namun Odriozola memastikan bahwa laporan itu hanya kabar burung,: “Kami tak menerima permintaan apapun dari tim untuk meninggalkan turnamen,” lanjutnya.
 
Bantahan di atas juga belakangan diamini sendiri oleh Wakil Presiden FIGC (PSSI-nya Italia), Demetrio Albertini. Legenda hidup Italia yang juga memimpin kontingen Gli Azzurri menyanggah adanya kabar yang mengatakan tim Italia meminta Piala Konfederasi dibatalkan.
 
“Laporan itu jelas-jelas hanya karangan. Kami memang kaget dengan apa yang terjadi di Brasil, tapi tim pengamanan kami menjamin keselamatan kami dan kami tak khawatir akan apapun,” timpal eks-centrocampista AC Milan dan tim nasional Italia itu.
 
Presiden Brasil, Dilma Rousseff dilaporkan akan segera mengadakan rapat darurat dengan kabinetnya untuk membahas persoalan para pemrotes. Pasalnya, sejumlah kota penyelenggara juga menjadi sasaran para pendemo untuk meluapkan aspirasinya.
 
Kerumunan massa pemrotes terbesar bahkan terkonsentrasi di Rio de Janeiro, kota yang menjadi tuan rumah beberapa partai penting. Dari kabar yang terhimpun, kemarin Rio sudah dibanjiri 300 ribu pendemo dan dikhawatirkan kekacauan akan mudah pecah.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik