Pages

Sabtu, 22 Juni 2013

Dugaan Pengaturan Skor, Kantor PSSI Dikepung Deltamania

JAKARTA – Kurang lebih 330 suporter Deltras Sidoarjo, melancarkan aksi demo di depan kantor PSSI, Jakarta, kemarin. Delta Mania, biasa suporter Deltras disapa, melancarkan aksi, setelah menganggap ada indikasi pengaturan skor yang membuat Deltras gagal melaju ke babak delapan besar Divisi Utama versi PT Liga Indonesia (Liga).
 
Deltras sendiri mandek di peringkat keempat Grup 3 Divisi Utama. Hanya mampu mengoleksi 21 poin, The Lobster, julukan Deltras, ada di bawah Persebaya Surabaya (34), Perseba Super Bangkalan (22), dan Perseta Tulungagung (22). Isu pengaturan skor sendiri menurut Delta Mania, terjadi saat Perseba tumbang, 2-3, dari Perseta, 11 Juni lalu.
 
“Kami datang dan berdemo di depak kantor PSSI hari ini (kemarin), untuk menemui bapak Joko Driyono selaku Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI yang baru dan bakap Djohar Arifin Husin (Ketum PSSI). Kami datang kesini untuk menuntut keadilan soal adanya indikasi pengaturan skor,” ungkap Koordinator Lapangan (korlap) Deltamania, Agustin Agus Setiabudi, kemarin.
 
Dalam dungaan pengaturan skor tersebut, Agus pun mengaku sudah memiliki beberapa bukti adanya indikasi tersebut di dalam laga Perseba kontra Perseta. Beberapa bukti yang disiapkan Agus bersama Delta Mania sendiri salah satunya adalah berbagai pemberitaan di sejumlah media lokal Jawa Timur (Jatim) soal laga itu.
 
“Kami punya rekaman dari pertandingan tersebut. Dan kami juga menyiapkan beberapa pemberitaan di sejumlah media lokal yang memberitakan jika Perseba melakukan sepakbola aneh saat menjamu Perseta,” paparnya.
 
“Kami di sini memang hanya akan satu hari. Kenapa? Karena kami melihat jarak yang jauh antara Jakarta dan Sidoarjo. Tapi kami tidak hanya begitu melepas dan tidak memantau langkah apa yang akan diambil oleh Liga dan PSSI. Aksi ini demi sepak bola yang lebih baik. Jangan sampai ada mafia di sepak bola Indonesia,” sambung Agus.
 
Dari beberapa informasi yang berkembang, memang ada sedikit kejanggalan dalam laga Perseba kontra Perseta. Laga yang harusnya digelar bersamaan dengan laga Deltras kontra Persid Jember, harus molor sekitar 10 menit dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
 
Deltras yang pada akhirnya menyudahi laga dengan unggul, 4-1, dari Persid, akhirnya gagal lolos setelah Perseba takluk, 2-3, di kandang sendiri oleh Perseta. Dan belakangan dikabarkan jika pengurus Perseba adalah mantan pengurus Deltras. Hal inilah yang memunculkan kecurigaan, jika Perseba sengaja mengalah agar Deltras tidak lolos.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik