Pages

Senin, 01 Juli 2013

Berjaya di Konfederasi, Brasil Selalu Gagal di Piala Dunia

Timnas Brasil memastikan diri mencatatkan hattrick juara di ajang Piala Konfederasi. Namun, ada satu catatan buruk yang mengikuti sukses Selecao di Piala Dunia mini ini.

Brasil sukses meneruskan sejarah sukses di 2005 dan 2009 dengan menjuarai Piala Konfederasi 2013 dengan menundukkan Spanyol 3-0 di laga final, Senin (1/7/2013) pagi tadi WIB. Secara total, Tim Samba jadi kolektor gelar terbanyak dengan empat trofi, di mana yang pertama diraih pada 1997.

Namun, sukses ini tak lantas membuat para punggawa Brasil bisa jumawa. Pasalnya, trofi Piala Konfederasi seakan jadi ‘kutukan’ bagi Brasil. Ya, sejarah mencatat, Selecao tidak pernah sukses jadi juara di ajang Piala Dunia, setelah sebelumnya menjuarai Piala Konfederasi.

Catatan buruk ini diawali pada gelaran Piala Konfederasi 1997. Saat itu, Brasil tampil sebagai juara dengan menundukkan Australia 6-0 pada laga final di Arab Saudi. Namun, setahun kemudian, mereka gagal mempertahankan trofi juara di Piala Dunia 1998. Brasil yang menyandang predikat juara PD 1994 dipaksa menyerah 0-3 dari Prancis di laga puncak.

Di percobaan kedua, Brasil kembali jadi jawara Piala Konfederasi 2005 usai menaklukkan rival abadinya, Argentina 4-1 pada laga puncak di Jerman. Namun kembali, Brasil harus merana di Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 2006 yang juga digelar di Jerman, langkah Selecao terhenti di babak perempatfinal. Lagi-lagi, Prancis jadi aktor antagonis-nya. Lewat gol tunggal Thierry Henry, Brasil dipaksa angkat koper.

Seakan menjadi déjà vu, hal serupa kembali terjadi pada Piala Dunia 2010. Brasil yang tampil sebagai juara di Piala Konfederasi 2009 (mengalahkan Amerika Serikat 3-2), harus gagal merebut trofi keenamnya di Piala Dunia usdai dihentikan Belanda di perempatfinal.

Nah, bagaimana dengan kali ini? Mampukah Brasil yang jadi jawara Piala Konfederasi 2013, mematahkan déjà vu? Kita tunggu saja Juni 2014 mendatang.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik