Pages

Jumat, 03 Mei 2013

Tentang Gamelan


Gamelan
            Suara atau bunyi dari masing-masing gamelan mempunyai maksud sendiri-sendiri, kemudian dikombinasikan keseluruhannya yang pada akhirnya mempunyai artian tertentu yang dapat digambarkan dengan kalimat tersusun sebagaimana keterangan dibawah ini :
·         “Nong-ning”, nong kenong, maksudnya nong kene nong kono (disana disini)
·         “Pung-pung” maksudnya mumpung (mumpung masih ada waktu), yang kemudian dilanjutkan dengan suara “pul” maksudnya kumpul (berjamaah)
·         “Ndang-ndang” maksudnya cepet-cepet (cepat-cepat)
·         “Tak-ditak” yang kemudian disusul suara “ Ding-Thong”, maksudnya “dikon” (karena ada perintah
·         “Ghur” maksudnya njegur (lekaslah masuk)

            Kemudian terjemahan bebas dari suara-suara gamelan diatas adalah sebagai  berikut : dimana saja kamu berada marilah kita berkumpul, mumpung ada waktu dan jika ada perintah segeralah untuk dikerjakan, dan ayo semua saja masuk Islam.
            Sedangkan laras gamelan ada dua macam, yaitu : Slendro dan Pelok, slendro dari kata syailendra, nama dinasti mataram Hindu, tangga nada laras tersebut ada 4. Dalam perkembangannya tangga nada laras ini menjadi lima, seperti  sekarang  ini.  Adapun  notasi slendro tersebut adalah 1-2-3-5-6. kalau kita jumlahkan angka-angka tersebut berjumlah 17.  bukankah dalam Islam sendiri angka 17 dianggap angka keramat ? misalnya : jumlah raka’at shalat dalam  sehari  semalam ada 17, kemudian 17 ramadhan adalah nuzulul Qur’an, dan lain  sebagainya.  Sedang pelog dari kata “Falah”, dapat diartikan kebahagiaan sejati , universal seluruh jagad, maksudnya islam adalah agama Rahmatan lil ‘alamiin.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik