Pages

Kamis, 02 Mei 2013

Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi


1.    Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi
Sebelum membahas Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), maka agar tidak terdapat kerancuan pemahaman, terlebih dahulu akan dijelaskan tentang pengertian kurikulum.
a.   Pengertian kurikulum
Istilah kurikulum berasal dari kata "Curriculum" yang mempunyai arti "a course of study in school or university", istilah kurikulum ini pada mulanya dipakai oleh bangsa Yunani di lapangan atlantik dengan pengertian "jarak yang ditempuh".Sedangkan menurut pandangan lama (tradisional) kurikulum kumpulan mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh peserta didik.
Menurut Dr. Muhaimin dalam bukunya yang berjudul "Wacana Pengembangan Pendidikan Islam" kurikulum dalam arti sempit adalah seperangkat rencana atau pengaturan tentang isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Dari beberapa pendapat diatas dapat ditetapkan bahwa kurikulum adalah semua pengetahuan, kegiatan-kegiatan atau pengalaman-pengalaman belajar yang diatur secara sistematis metodis yang diterima anak untuk mencapai satu tujuan. Selain itu untuk lebih mudahnya, kurikulum sering diibaratkan sebagai paru-paru sekolah. Apabila paru-paru tidak baik, tidak baik pula sekolah tersebut. Namun kurikulum yang baik, merupakan salah satu syarat keberadaan sekolah yang baik.
b.   Kurikulum pendidikan agama
Sesuai dengan pengertian kurikulum (seperti uraian terdahulu), dapat dirumuskan kurikulum pendidikan agama. Kurikulum pendidikan agama adalah bahan-bahan pendidikan agama berupa kegiatan, pengetahuan dan pengalaman serta nilai/ norma-norma dan sikap yang dengan sengaja dan sistematis diberikan kepada anak didik dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan agama, atau dengan rumusan yang lebih sederhana, kurikulum pendidikan agama adalah semua pengetahuan, aktivitas (kegiatan-kegiatan) dan pengalaman-pengalaman serta nilai/ norma-norma dan sikap yang dengan sengaja dan secara sistematis diberikan oleh pendidik kepada anak didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan agama.
c.   Pengertian Kompetensi
Sedangkan kompetensi secara bahasa berarti kecakapan atau kemampuan. Sedangkan secara terminologi merupakan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kegiatan berpikir dan bertindak yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus yang dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten di bidangnya, kompeten disini dalam artian memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
Girdon (1998:109) menjelaskan beberapa aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi sebagai berikut:
Pengetahuan (knowledge): yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi kebutuhan belajar dan bagaimana melakukan pembelajaran terhadap peserta didik sesuai dengan kebutuhannya.
  1. Pemahaman (understanding): yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu, misalnya seorang guru yang akan melaksanakan pembelajaran harus memiliki pengalaman yang baik tentang karakteristik dan kondisi peserta didik, agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien.
  2. Kemampuan (skill): adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya, misalnya kemampuan guru dalam memilih dan membuat alat peraga sederhana untuk memberi kemudahan belajar pada peserta didik.
  3. Nilai (value): yaitu suatu standar prilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang, misalnya standar prilaku guru dalam pembelajaran (kejujuran, keterbukaan, demokrasi dll).
  4. Sikap (attitude): yaitu perasaan (senang tidak senang, suka tidak suka) atau reaksi terhadap sesuatu rangsangan yang datang dari luar, misalnya reaksi terhadap krisis ekonomi, perasaan terhadap upah atau gaji, dan sebagainya.
  5. Minat (interest): adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan, misalnya minat untuk mempelajari dan minat untuk melakukan sesuatu.
Dari berbagai macam pengertian kompetensi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi merupakan seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu.
d.   Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi
Berdasarkan pengertian kurikulum dan kompetensi diatas, maka kurikulum berbasis kompetensi merupakan satu bentuk kurikulum baru yang ada di dunia pendidikan, selain itu merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dan pengembangan kurikulum sekolah.
Menurut E. Mulyasa, kurikulum berbasis kompetensi dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar reformasi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.
Sedangkan menurut Nur Hadi dan Agus Gerrad Senduk dalam buku "Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK" menjelaskan bahwa kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan tertentu.Menurut Drs. Juwair, kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang dikembangkan dengan prinsip mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan, selain itu bersifat fleksibel sesuai dengan perkembangan zaman, iptek, melalui proses akreditasi yang memungkinkan modifikasi mata pelajaran.
Kurikulum berbasis kompetensi juga diartikan kurikulum yang berisi sejumlah kompetensi yang dibutuhkan dan perlu dikuasai oleh pembelajar untuk menjalani kehidupan mereka baik mendapat pekerjaan, bekerja, malanjutkan studi maupun belajar sepanjang hayat, kompetensi tersebut disusun dan dikemas serta direkonstruksi sedemikian rupa sehingga memungkinkan dicapai dan dikuasai oleh pembelajar.
Kurikulum berbasis kompetensi ini berorientasi pada dua hal yaitu :
a.        Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.
b.       Keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik