Pages

Jumat, 03 Mei 2013

Institusi Transformasi Nilai-nilai Ajaran Islam


Institusi Transformasi Nilai-nilai Ajaran Islam
                  Pendidikan Dalam Keluarga (Informal)
            Keluarga adalah mereka yang terkait oleh tali perkawinan, mereka yang karena pertalian darah atau seketurunan sebagai ahli waris, serta mereka yang sepersusuan meskipun tidak termasuk ahli waris.
            Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting, karena keluarga merupakan salah satu elemen pokok pembangunan entitas pendidikan, menciptakan proses-proses naturalisasi social, membentuk kepribadian-kepribadian, serta memberi berbagai kebiasaan pada anak. Dengan kata lain keluarga merupakan benih awal penyusunan kematangan individu dan struktur kepribadian. Dalam banyak kasus anak-anak mengikuti orang tua da;am berbagai kebiasaan dan prilaku. Keluarga dengan demikian menjadi elemen pendidikan lain yang paling nyata.
            Menurut  Islam ketika bayi itu dilahirkan dari rahim ibunya dalam keadaan fitrah (suci). Seperti pita kaset yang kosong, Islam juga menganjurkan kepada  kedua  orang tua untuk segera mengadzani dan memberikan pemanis serta menyusui kepada si bayi yang baru lahir. Hal ini dimaksudkan agar si bayi yang masih suci itu terbiasa dengan lafald-lafald Allah, sehingga pendidikan ini tepat kalau di sebut pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga itulah lingkungan yang pertama bagi si bayi. Disini peran orang tua sangat besar sekali dalam mengembangkan kepribadian anak.
            Pada saat awal pertama orang tualah yang memegang peranan penting dalam pendidikan si anak, pada masa seperti ini pendidikan melalui pembiasaan sangat  berpengaruh  pada  si anak, karena  pada  masa-masa  itu  cenderung untuk meniru  apa yang dilihat disekellilingnya. Adapun metode pendidikan dalam  keluarga  menurut Widodo Supriono adalah : pertama, metode keteladanan. Keteladanan ini utamanya diperoleh anak dari suri tauladan yang baik dari orang tuanya. Atau teladan dari orang-orang ternama dilingkungan sekitar anak. Atau bahkan meneladani dari akhlaq Rasulallah. Kedua, metode pembiasaan. Metode pembiasaan ini erat dan terkait dengan metode keteladanan. Apabila  orang tua ingin mendidik  anaknya  untuk mempunyai sikap pemurah dan kasih sayang sesamanya, maka orang tua harus memberikan contoh-contohnya. Seperti melayani tamu dengan penuh rasa hormat, menyantuni fakir miskin dan lain-lain. Ketiga, metode menggunakan bahasa pergaulan yang baik. Mengingat orang tua mempunyai tanggungjawab yang besar untuk membawa suasana  rumah tangga agar senantiasa berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Sunah, maka penting bagi orang tua untuk memiliki kata-kata yang baik dan sopan ketika berdialok dengan anak-anaknya. Keempat, metode cerita. Metode ini

merupakan factor yang bersifat mengasah intelektual dan amat berpengaruh dalam menanamkan nilai-nilai aqidah dan moralitas serta humanisme yang benar. Asalakan cerita yang disampaikan itu disesuaikan dengan tingkat dan perkembangan anak maka si anak akan mudah untuk menerimanya. Kelima, metode pengadaan sarana hiburan. Hiburan yang dimaksud yang disini adalah aktifitas positif dan konstruktif yang dilakukan dalam waktu luang dengan tidak mengharapkan keuntungan material semata. Aktifitas itu dapat bersifat jasmani, intelektual, spiritual, social, ataupun kesenian.

                   Pendidikan Dalam Sekolah (Formal)
            Sekolah adalah salah satu elemen pendidikan yang membantu dalam pembentukan anak serta perbaikan pendidikan mereka. Sekolah, ketika memiliki niat baik serta metode-metode yang benar yang dikelola oleh badan pendidikan yang sungguh-sungguh, akan menghasilkan generasi yang sadar yang meyakini tujuan bangsa mereka. Disisi lain, tatkala sekolah mengabaikan tugas dan tanggungjawab mereka, maka nilai-nilai bangsa akan runtuh dan perilaku generasi-generasi mendatanfg akan terpengaruh.
            Sekolah menjadi jalan utama kemajuan dan perkembangan umat manusia. sekolah merupakan sumber pencerahan ideology dan kematangan intelektual. Selain itu sekolah pokok paling signifikan dalam penyelamatan orang-orang dari kebodohan serta keburukan. Seorang pakar pendidikan mengatakan bahwa pendirian satu sekolah berarti hancurnya satu penjara artinya bahwa ilmu pengetahuan itu akan memberikan efek yang positif sehingga orang yang memiliki ilmu pengetahuan cenderung melakukan perbuatan yang baik.
            Shakesper mengatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah sayap yang denganya kita kelangit. Seorang penulis prancis mencatat, “dunia ini dengan suksesnya senantiasa mendekatkan pemikiran pada umat manusia”. adalah mustahil bagi suatu bangsa untuk berkembang melalui sarana lain selain memasyarakatkan pendidikan katena ilmu pengetahuan adalah satu-satunya cara melindungi orang dari kebodohan.
            Penyebaran sekolah dan ilmu pengetahuan merupakan syarat  esensial bagi kebangkitan, pencarian, dan ketinggian suatu bangsa. Ia juga merupakan elemen dasar dalam struktrul entitas pendidikan dan perolehan kepribadian serta prilaku anak yang benar. Bagi para pakar pendidikan, pengajaran bukan hanya menunjukan bagaimana menulis dan membaca. Ia merupakan suatu makna komprehensip bagi semua sarana penyiapan individu-individu untuk berpartisipasi dalam lingkungan mereka. Pengajaran juga memberikan sejumlah pelajaran yang memadai untuk menjadikan mereka warga Negara yang sadar yang kompeten dalam melayani diri sendiri dan masyarakat.
            Fungsi utama pengajaran adalah pengembangan dan tuntunan kesadaran serta kecenderungan dengan sebuah cara yang bijaksana yang cicik dengan kebaikan individu dan masyarakat. Para staf pengajar bertanggungjawab mengatur tuntunan ini serta  membangun semangat melayani orang. Pengajaran juga berfungsi menanamkan perilaku positif bagi  kebaikan orang lain. Inilah tujuan utama yang telah Islam tunjukan.
            Para pakar psikologi memastikan bahwa misi terdepan sekolah ialah dengan teratur mempengaruhi tingkah laku individu yang diarahkan oleh masyarakat. Sedangkan peranan seorang guru sangat menentukan dalam perubahan tersebut. Adapun tugas-tugas seorang guru adalah :
Para guru harus menguasai materi yang akan diberikan kepada peserta didik
Para guru harus memberikan kajian komparatif  (perbandingan) perihal system pendidikan dan pengajaran dinegara-negara Islam.
·    Para guru harus menyingkap kepribadian Islam yang agung diberbagai bidang peradapan ummat manusia.
·    Para guru harus memberikan kajian yang terperinci tentang sejarah Islam untuk mengidentifikasikan keagungan masa lalu Islam.
·    Para guru  harus membimbing murid mereka kepada tugas bangsa dalam lingkup sosial dan politik.
·    Para guru harus mencerahkan kaum muslim akan bahaya yang mengancam dari imperialisme dan zionisme.
·    Para guru harus mengajarkan perilaku yang Islami

            Para guru bertanggungjawab atas segala penyimpangan ideologi atau doktrin yang dapat mempengaruhi bangsa. Mereka juga bertanggungjawab atas segala kematangan mental dan perkembangan kepribadian. Karena masyarakat sudah memberikan kepercayaan kepada guru untuk membentuk anak serta menentukan bakat mereka.


                   Pendidikan Dalam Masyarakat (Nonformal)
            Pendidikan dilingkungan amat banyak ragam dan jenisnya. Ada yang bercorak individual tidak melembaga, dan tidak sedikit yang bercorak kelompok ataupun melembaga. Adapun pendidikan Islam diluar sekolah (nonformal) dilingkungan masyarakat, diantaranya yang menonjol adalah :
a)      Pondok Pesantren
            Pendidikan dilingkungan pesantren ini biasanya dilakukan didalam masjid (langgar), pendidikan seperti ini masih banyak dilakukan dilingkungan salaf (pesantren tarekat). Ada juga pondok pesantren yang disamping sector pendidikan keislaman klasik juga mencakup semua tingkat sekolah umum dari tingkar sekolah dasar hingga pendidikan tinggi (pesantren modern).
            Materi pendidikan pesantren biasanya terdiri atas kitab-kitab klasik baik yang berasal dari Indonesia sendiri maupun dari timur tengah. Metode mengajar yang dipakai biasanya dikte, Tanya jawab, dan ceramah. Adapun evaluasi lazimnya dilakukan setelah pengajaran disampaikan, sedangkan cara evaluasianya dengan menyuruh santri untuk membaca kembali pelajaran yang baru diajarkan.
b)      Masjid dan Mushala
            Masjid sebagai ajang tempat pendidikan Islam dilingkungan masyarakat sudah digunakan semenjak zaman Rasulallah SAW. Hal ini sejalan dengan penjelasan Dr. Asma Hasan Fahmi bahwa masjid dapat dianggap sebagai lembaga ilmu pengetahuan yang tertua dalam Islam, dalam masjid inilah dimulai mengajarkan Al-Qur’an dan dasar-dasar agama Islam pada masa Rasulallah. Disamping tugasnya yang utama sebagai tempat untuk menunaikan sembahyang dan beribadah, sedangkan mushala adalah tempat shalat yang bangunan fisiknya relative lebih kecil dibandingkan masjid. Namun fungsi dan akrifitas di mushala sebenarnya sama dengan masjid, hanya saja di mushala tidak lazim digunakan untuk shalat jum’at dan I’tikaf.
            Masjid dan mushala keduanya digunakan sebagai tempat pendidikan Islam. Biasanya pendidikan agama ini diberikan oleh ustad (kiyai) selama satu sampai dua setengah jam setiap hari pada waktu pagi maupun petang, pelajaran utamanya difokuskan pada Al-Qur’an, shalat, dan ahlaq.
c)      Taman Pendidikan Al-Qur’an
            Dilingkungan masyarakat juga sering kita jumpai lembaga-lembaga pendidikan Khusus anak-anak seperti taman pendidikan Al-Qur’an yang intinya bertujuan agar setelah peserta didik menyelesaikan pendidikan di TPQ ini, diharapkan mereka memiliki bekal dasar untuk menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an.
            Materi pokoknya adalah buku Qiroati atau buku Iqra’. Sedangkan materi penunjangnya meliputi hafalan surat-surat pendek, bacaan shalat dan praktiknya, hafalan do’aktor-do’aktor, dan menulis huruf Al-Qur’an
            System yang digunakan adalah campuran antara klasikal dan individual. Sedang metode yang digunakan adalah CBSA dengan tidak meninggalkan prinsip CBM (ceria, bermain, menyanyi).
            Evaluasi sudah dapat dilaksanakan secara teratur baik lisan tertulis maupun praktik. Disamping TPQ, sebagaimana dijelaskan diatas, pendidikan Islam diluar sekolah khususnya bagi anak-anak usia pra sekolah sekarang juga banyak bermunculan ply group Islami (taman bermain Islami).

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik