Pages

Jumat, 03 Mei 2013

Cara Belajar Yang Efektif



Perlunya Bimbingan
  Untuk mempertinggi produksi, maka Miunsterberg dan Taylor mengadakan penyelidikan ilmiah tentang cara-cara bekerja efisien. Efisien dalam industri telah banyak menjadi kenyataan, sehingga pemborosan bahan dan waktu diperkecil sampai minimal.
Seperti diketahui, belajar itu sangat kompleks dan belum diketahui segala seluk-beluknya. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik kecakapan dan ketangkasan belajar berbeda secara individual. Walaupun demikian, kita dapat membantu siswa dengan memberikan petunjuk-petunjuk umum tentang cara-cara belajar yang efisien. Ini tidak berarti, bahwa mengenal petunjuk tersebut dengan sendirinya akan menjamin sukses siswa. Kesuksesan hanya tercapai berkat usaha keras, tanpa diiringi dengan usaha tidak akan tercapai suatu apapun.
Disamping memberikan petunjuk tentang cara-cara belajar, baiknya siswa juga diawasi dan dibimbing sewaktu mereka belajar. Dengan begitu, maka hasilnya akan jauh lebih baik lagi sesuai dengan apa yang kita harapkan.
2)      Kondisi dan Strategi Belajar     
          Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif, perlu diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut :
a)      Kondisi Internal   
Yang dimaksud dengan kondisi internal, yaitu kondisi/ situasi yang ada didalam diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanan, ketenteramannya, dsb. Siswa dapat belajar dengan baik, jika kebutuhan internalnya dapat terpenuhi. Menurut Maslow, ada tujuh jenjang kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi, antara lain : 
1.      Kebutuhan Fisiologis
Merupakan kebutuhan jasmani manusia, misalnya kebutuhan akan makan, minum, tidur, istirahat, dan kesehatan. Untuk dapat belajar secara efektif dan efisien, siswa harus sehat, dan jangan sampai sakit sehingga dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar seseorang.
2.      Kebutuhan akan Keamanan 
Manusia membutuhkan ketenteraman dan keamanan jiwa yang jauh dari rasa kecewa, takut, kegagalan, dsb. Oleh karena itu, agar cara belajar siswa dapat ditingkatkan kearah yang efektif, maka siswa harus dapat menjaga keseimbangan emosi, sehingga perasaan aman dapat tercapai dan konsentrasi pikiran dapat dipusatkan pada materi pelajaran yang ingin dipelajari.
3.      Kebutuhan akan Kebersamaan dan Cinta     
Manusia dalam hidup membutuhkan kasih-sayang dari orang tua, saudara dan teman-teman yang lain. Disamping itu, ia akan merasa bahagia jika dapat membantu dan memberikan cinta-kasih kepada orang lain. Oleh karena itu, belajar bersama dengan kawan-kawan lain dapat meningkatkan pengetahuan dan ketajaman berpikir siswa. Untuk itu, diperlukan cara berpikir yang terbuka (open-minded), kerja sama, memilih materi yang tepat, dan ditunjang dengan visualisasi (contoh nyata atau gambar-gambar, dsb).

4.      Kebutuhan akan Status
Setiap orang akan berusaha semaksimal mungkin, agar keinginannya dapat berhasil. Untuk kelancaran belajar, diperlukan sifat optimis, percaya akan kemampuan diri, dan yakin bahwa ia dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.
5.      Kebutuhan Self-Actualisation 
Belajar yang efektif dapat diciptakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, image seseorang. Oleh karena itu, siswa harus yakin bahwa dengan belajar yang baik, akan dapat membantu tercapainya cita-cita yang diinginkan.
6.      Kebutuhan untuk mengetahui dan mengerti 
Yaitu kebutuhan untuk memuaskan rasa ingin tahu, mendapatkan pengetahuan, informasi, dan untuk mengerti sesuatu. Hanya dengan belajarlah upaya pemenuhan kebutuhan ini dapat terwujud.
7.      Kebutuhan Estetik 
Yaitu kebutuhan yang dimanifestasikan sebagai kebutuhan akan keteraturan, keseimbangan dan kelengkapan dari suatu tindakan. Hal ini hanya mungkin terpenuhi, jika siswa belajar tanpa henti dan tidak hanya selama di pendidikan formal saja, melainkan juga setelah selesai, setelah bekerja, berkeluarga serta berperan dalam masyarakat.
b)     Kondisi Eksternal
Yang dimaksud dengan kondisi eksternal adalah kondisi yang ada diluar diri pribadi manusia. Misalnya kebersihan rumah, penerangan, serta keadaan lingkungan fisik yang lain. Untuk dapat belajar yang efektif, diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur, seperti :
1.      Ruang belajar harus bersih, tidak terdapat bau yang dapat mengganggu konsentrasi pikiran.
2.          Ruangan cukup terang, tidak gelap yang dapat mengganggu pandangan mata.
3.          Sarana yang diperlukan tercukupi untuk belajar, misalnya alat pelajaran, buku-buku, dsb.
c)      Strategi Belajar
    Belajar yang efisien dapat tercapai apabila dapat menggunakan strategi belajar yang tepat. Strategi belajar diperlukan untuk dapat mencapai hasil semaksimal mungkin. Adapun cara belajar yang baik dengan petunjuk sebagai berikut :
1.          Keadaan Jasmani
Belajar merupakan tenaga yang harus dijaga, karena itu untuk mencapai hasil yang baik diperlukan keadaan jasmani yang sehat agar tidak mudah sakit, dsb.
2.          Keadaan Emosional dan Sosial
Siswa yang merasa jiwanya tertekan, selalu dalam keadaan takut akan kegagalan, mengalami kegoncangan karena emosi yang tidak kuat, tidak mungkin dapat belajar secara efektif. Maka, keadaan tersebut harus dijaga dengan baik.
3.          Keadaan Lingkungan
Tempat belajar hendaknya tenang, tanpa gangguan dari luar.  Begitu juga sebelum pelajaran dimulai, hendaknya apa-apa yang dibutuhkan dipersiapkan terlebih dahulu.
4.          Memulai Belajar
Dalam hal ini, sering menunda dan enggan untuk memulai belajar. Maka, kita harus mengatasinya dengan suatu “perintah“ pada diri sendiri untuk memulai pekerjaan tersebut tepat pada waktunya.
5.          Membagi Pekerjaan
Dengan semboyan “Devide et Impera“ kita dapat menyelesaikan pekerjaan yang banyak sekaligus. Dengan pintar-pintar memilih mana yang lebih penting dan harus dikerjakan terlebih dahulu, daripada hal-hal yang dianggap kurang menguntungkan.
6.              Adakan Kontrol
Selidiki kembali pada akhir belajar, sampai sejauh manakah bahan tersebut dapat dikuasai. Jika hasilnya kurang memuaskan kiranya memerlukan latihan khusus, sebaliknya jika hasilnya sudah bagus perlu ditingkatkan dan dipertahankan lagi.

7.     Pupuk sikap optimistis
Adakan persaingan dengan diri sendiri, niscaya prestasi akan meningkat dan karena itu memupuk sikap optimistis sangat penting.  
8.     Waktu bekerja
Waktu yang tepat kita jadikan alat untuk memerintah diri kita sendiri. Karena, jika kita menyimpang dari waktu yang telah direncanakan maka akan mengalami kegagalan.
9.     Buatlah suatu rencana kerja
Dengan adanya suatu rencana kerja dengan pembagian waktu, tampaklah bahwa selalu cukup waktu untuk belajar. Hanya dengan rencana kerja yang teliti kita dapat menggunakan waktu dengan efisien.
10.   Menggunakan waktu
Menggunakan waktu tidak berarti bekerja lama sampai habis tenaga, melainkan bekerja sungguh-sungguh dengan sepenuh tenaga dan perhatian untuk menyelesaikan suatu tugas yang khusus.
11.   Belajar keras tidak merusak
Belajar dengan penuh konsentrasi itu tidak merusak. Yang merusak ialah menggunakan waktu tidur untuk belajar, karena dapat mengurangi waktu istirahat.
12.     Cara mempelajari buku
Sebelum kita mulai membaca buku, terlebih dahulu kita coba memperoleh gambaran tentang buku melalui garis besarnya dengan menyelidiki daftar isi buku tersebut.
13.     Mempertinggi kecepatan membaca
Seorang pelajar harus sanggup menghadapi isi yang sebanyak-banyaknya dari bacaan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Seorang pelajar harus mencapai kecepatan membaca sekurang-kurangnya 200 perkataan dalam satu menit. Ini hanya mungkin jika kita membaca dengan “lompatan mata“ tanpa mengucapkannya dengan menggerakkan bibir atau dalam hati, karena pengucapan itu dapat memperlambat kecepatan.
14.     Jangan membaca belaka
Membaca bukan sekedar mengetahui kata-katanya, melainkan juga mengikuti jalan pikiran si pengarang, reading may be regarded as reasoning. Setelah kita membaca satu bagian, kita harus mengatakannya kembali dengan kata-kata sendiri sambil merenungkan isinya secara kritis dan membandingkannya dengan apa yang telah kita ketahui. Jadi, kita harus mengadakan reaksi terhadap apa yang kita baca, dengan mengajak orang lain untuk berdiskusi.


3)   Metode Belajar
            Metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Belajar bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan, dan keterampilan, cara-cara yang dipakai tersebut akan menjadi kebiasaan yang dapat mempengaruhi belajar itu sendiri.
a)   Pembuatan Jadwal dan Pelaksanaannya   
Jadwal adalah pembagian waktu untuk sejumlah kegiatan yang akan dilakukan seseorang setiap harinya, agar dapat berjalan dengan baik dan berhasil. Maka, cara membuat jadwal yang baik adalah sebagai berikut :
1)        Memperhitungkan waktu setiap hari untuk keperluan-keperluan seperti tidur, makan-minum, mandi, olah raga, belajar, dsb. 
2)      Menyelidiki dan menentukan waktu yang tersedia setiap hari.
3)      Merencanakan penggunaan belajar itu dengan cara menetapkan jenis-jenis mata pelajarannya dan urut-urutan yang harus dipelajari.
4)      Menyelidiki waktu mana yang dapat digunakan untuk belajar dengan hasil terbaik. Setelah diketahui, kemudian dipergunakan untuk mempelajari pelajaran yang dianggap sulit, sedangkan pelajaran yang dianggap ringan dapat dipelajari pada jam belajar yang lain.

5)      Berhematlah dengan waktu, dan jangan ragu untuk belajar dan memulai suatu pekerjaan.
b)   Membaca dan Membuat Catatan   
Agar dapat belajar dengan baik, salah satu metode membaca yang baik dan banyak dipakai untuk belajar adalah metode SQR4, yaitu Survey (meninjau), Question (mengajukan pertanyaan), Read (membaca), Recite (mengahafal), Write (menulis), dan Review (mengingat kembali).
Membuat catatan juga sangat berpengaruh dalam membaca. Catatan yang baik, rapi, lengkap, teratur, akan menambah semangat dalam belajar, karena tidak terjadi rasa bosan untuk membaca dalam jangka waktu yang lama. Dalam membuat catatan sebaiknya diambil intisarinya saja dengan tulisan yang jelas dan teratur, agar mudah dibaca dan dipelajari. Bahkan perlu ditulis juga tanggal dan hari mencatatnya, pelajaran apa, siapa gurunya, bab/ pokok yang dibahas dan buku pegangan wajib/ pelengkap. Karena, buku pegangan wajib/ pelengkap ini perlu untuk memperkaya dalam mempelajari suatu mata pelajaran/ bidang studi.
c)   Mengulangi Bahan Pelajaran   
Dengan adanya pengulangan (review),bahan yang belum dikuasai serta mudah terlupakan akan tetap tertanam dalam otak seseorang. Mengulang dapat dilakukan secara langsung setelah membaca, atau mempelajari kembali bahan pelajaran yang sudah dipelajari. Cara ini dapat ditempuh dengan cara membuat ringkasan, maupun mempelajari soal-soal yang sudah pernah dibuatnya. Agar dapat mengulang dengan baik, maka perlulah kiranya disediakan waktu untuk mengulang dan menggunakan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya melalui menghafal dengan bermakna dan memahami bahan yang diulang secara sungguh-sungguh.
Menghafal dapat dengan cara diam, tetapi otaknya berusaha mengingat dan juga dapat dengan membaca keras/ mendengarkan dan juga dengan menulisnya.
d)  Konsentrasi   
Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan megesampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Dalam belajar, konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap suatu mata pelajaran dengan megesampingkan semua hal yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran.
Seseorang yang dapat belajar dengan baik adalah orang yang dapat berkonsentrasi dengan baik, dengan kata lain ia harus memiliki kebiasaan untuk memusatkan pikiran.
Agar dapat berkonsentrasi dengan baik, perlu adanya usaha sebagai berikut : siswa memiliki minat dan motivasi yang tinggi, ada tempat belajar tertentu dengan meja belajar yang bersih dan rapi, mencegah timbulnya kejemuan/ kebosanan, menjaga kesehatan dan memperhatikan kelelahan, menyelesaikan masalah yang mengganggu dan bertekad untuk mencapai tujuan/ hasil yang terbaik setiap kali belajar.
e)  Mengerjakan Tugas
Salah satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan-latihan. Mengerjakan tugas dapat berupa mengerjakan tes/ ulangan atau ujian yang diberikan guru, tetapi juga termasuk membuat/ mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku maupun soal-soal buatan sendiri.
Agar siswa berhasil dalam belajarnya, perlunya diberikan tugas untuk dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Tugas tersebut, mencakup mengerjakan PR, menjawab soal latihan buatan sendiri, soal dalam buku pegangan, tes/ ulangan harian, ulangan umum dan ujian.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik