Pages

Jumat, 12 April 2013

Review Multifungsi Inkjet Epson L350


Beberapa tahun lalu, Epson membuat terobosan dengan dihadirkannya perangkat cetak yang menggunakan metoda tinta infus resmi. Hal ini selain merupakan usaha untuk menekan penggunaan tinta infus tidak resmi, juga menawarkan kemampuan cetak yang lebih banyak berkat penggunaan tinta yang lebih efisien.
u6-425-Epson-www.gadgetpilipinas.netMeneruskan kesuksesan seri L tersebut, kini hadir generasi kedua yang memiliki beberapa perbaikan serta keunggulan dari
generasi pertama. Salah satu yang PCplus uji kali ini adalah Epson L350 yang bisa dibilang pembaruan dari seri L200 yang merupakan perangkat multifungsi inkjet warna.
Dilihat dari spesifikasi, memang tidak terdapat hal baru. Pembaruan terdapat pada kemampuannya yang lebih ditingkatkan, di antaranya kecepatan cetak yang diklaim 3x lebih gesit dibanding sebelumnya. Fisiknya pun dibuat lebih ramping sehingga lebih fleksibel diletakkan di tempat yang sempit.
Pada generasi pertama, salah satu kendala yang banyak dikeluhkan konsumen yaitu metoda instalasi botol tinta yang tidak umum dan agak sedikit merepotkan. Kamu mesti memasukkan pula nomor seri saat proses tersebut. Kini hal tersebut dipermudah. Kamu hanya cukup memasang botol tinta dengan benar tanpa perlu memasukkan nomor seri tertentu. Selanjutnya tinggal tekan tombol Start selama 3 detik dan proses pengisian tinta memakan waktu sekitar 20 menit. Adapun harga per botolnya 69.000 perak.
Dari sisi kecepatan, proses cetak (print) serta pindai (scan) mampu tampil lebih gegas dibanding Epson L200. Bahkan, cetak dokumen berbasis teks hitam mampu tampil sangat impresif dan mendekati kecepatan cetak printer laser. Sedangkan proses cetak saat penggandaan (copy), waktu cetak menggunakan berbagai format dokumen yang berbeda memiliki angka yang mirip (lihat tabel).
Secara default, kamu akan mendapati pilihan kualitas cetak warna standar. Dan saat mencetak, hasil keluaran cetak berbasis gambar warna menghasilkan warna yang kurang rapi karena terdapat garis putih yang mengganggu. Hal ini bisa dihilangkan dengan mengubah pilihan kualitas cetak menjadi high quality.
Pada sisi depan diberikan panel untuk mengontrol multifungsi inkjet ini lewat beberapa tombol. Guna menjalankan perintah khusus, contohnya saat menggandakan dokumen sebanyak 20 halaman secara langsung, kamu mesti menekan tombol kombinasi seperti yang tertera pada manualnya.
Dari sisi software, Epson tidak menyediakan aplikasi khusus untuk cetak foto. Epson hanya menyediakan software untuk kemudahan proses pemindaian.
Bisa dibilang Epson L350 hadir guna memperbaiki beberapa kekurangan pada  seri terdahulunya. Dan hal ini terbukti cukup berhasil: tampil lebih gegas, lebih hemat, dan lebih mudah digunakan. Jika kebutuhan cetak kamu cukup banyak,Epson L350 bisa menjadi solusi yang tepat dengan segala keunggulan yang ditawarkannya.
(day)

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik