Pages

Senin, 22 April 2013

Pemprov Bali Identifikasi Potensi Kerusakan Lingkungan

Metrotvnews.com, Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali secara ketat mengidentifikasi potensi kerusakan lingkungan hidup di seluruh Bali. 

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali I Ketut Teneng saat ditemui di Denpasar, Sabtu (20/4) menjelaskan, berbagai potensi kerusakan lingkungan hidup tersebut perlu segera ditangani untuk mencegah bahaya yang lebih besar.

Pemprov Bali sendiri sudah memiliki berbagai program penanggulangan lingkungan hidup melalui Bali Gren Province (BPG) Simantri dan beberapa program lainnya.

"Namun bila tidak ada upaya dan partisipasi masyarakat yang luar biasa semua program tersebut tidak akan berhasil," ujarnya.

Dalam idenfikasi tersebut, Pemprov Bali menemukan 7 persoalan pokok lingkungan hidup di Bali yang perlu segera ditangani.

Ketujuh permasalahan lingkungan tersebut antara lain pertama, timbunan sampah yang rata-rata mencapai 10.182 meter kubik perhari dimana 5.560 meter kubik diantaranya merupakan sampah perkotaan. Sampai saat ini teknologi pengolahan sampah masih belum optimal.

Kedua, permasalahan penurunan kualitas dan kuantitas air sungai dan danau yang ditandai dengan meningkatnya cemaran berupa BOD, COD, Nitrat, Phospat dan lapisan minyak. Kondisi air bersih di Bali juga sudah sangat menurun.

Ketiga, abrasi pantai yang mencapai 102,470 km di seluruh Bali. Abrasi ini disebabkan pengikisan vegetasi pantai, alih fungsi lahan untuk berbagai kepentingan bisnis dan sebagainya.

Keempat, pelanggaran pemanfaatan tata ruang di hampir seluruh kabupaten/kota. Ada banyak Perda Tata Ruang yang dilanggar dengan alasan pengembangan pembangunan infrastruktur dan sebagainya.

Kelima, adanya lahan kritis seluas 51.107 ha lebih. Bahkan luas hutan di Provinsi Bali terus menipis dan tidak memenuhi lahan tutupan 30 persen.

Keenam, kerusakan terumbu karang yang tahun 2011 lalu dilaporkan sudah mencapao 20,8% dari luas 7.200 ha. Kerusakan tersebut akibat dari bencana alam dan juga bencana buatan manusia dan sebagainya.

Ketujuh, penurunan keanekaragaman hayati di Bali yang terus terjadi. (Arnoldus Dhae)

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik