Pages

Kamis, 18 April 2013

Gambaran Singkat Keadaan Masyarakat Indonesia


Dalam konteks pembangunan modern saat ini, terutama di negara-negara yang sedang berkembang, kependudukan dan pedesaan merupakan dua topik utama yang menjadi masalah pokok yang melahirkan dan memunculkan berbagai masalah lain sebagai akibatnya. Tidak seperti penduduk di negara-negara  maju, sebagian besar penduduk di negara berkembang hidup di daerah pedesaan, dengan pertumbuhan jumlah penduduk rata-rata diatas 2 persen pertahun, yang mana pertumbuhan penduduk tersebut termasuk pertumbuhan yang cepat. Dan hampir 2/3 dari jumlah keseluruhan penduduk di dunia ini tinggal di negara-negara yang di dalam peta ekonomi dunia dikenal sebagai negara miskin dengan tingkat penghasilan rendah.
            Indonesia yang telah kita ketahui bersama merupakan negara yang mempunyai letak geografis di daerah tropis yang mempunyai tanah yang subur dan dengan musim yang mendukung pertanian merupakan negara agraris dan ini mempunyai makna bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia bertempat tinggal di daerah pedesaan dan bermata pencaharian sebagai petani. Dan karena demikian besarnya jumlah penduduk di daerah pedesaan, hal itu merupakan masalah besar yang dialami oleh bangsa Indonesia yang dalam taraf membangun.
            Untuk memberikan kejelasan tentang keadaan penduduk di Indonesia yang tinggal di pedesaan dan di kota, dapat digambarkan sebagai berikut: “Pada tahun 1961, lebih sedikit dari 85 % penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan dan selebihnya tinggal di perkotaan, sesuai dengan kategori kota yang ada pada masa itu. Dua puluh tahun kemudian, sesuai dengan data sensus penduduk tahun 1980, sebanyak 113 juta dari 147,5 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan, ini berarti bahwa kurang lebih 80 % penduduk Indonesia merupakan penghuni desa. Pada sensus tahun 1990 persentase penduduk desa menurun menjadi kurang dari 80 %, tetapi jumlahnya bertambah menjadi lebih dari 147,80 juta jiwa.”
            Begitulah keadaan penduduk di Indonesia yang saat ini menjadi ciri pokok masalah kependudukan Indonesia, dan itu menggambarkan bahwa keadaan kependudukan di Indonesia masih menjadi masalah yang berat yang harus dipecahkan.
            Di samping jumlah penduduk Indonesia dan tingkat pertumbuhannya yang tinggi, distribusi penduduk yang tidak merata (antara daerah satu dengan daerah yang lain) juga merupakan satu hal yang menjadi ciri pokok yang menjadi problem nasional. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa sekitar 60 % penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa, Madura dan Bali, yang luas keseluruhannya hanya sekitar 7 % dari luas Indonesia. Sementara di pulau-pulau lain Kalimantan, Sumatra, Irian, Sulawesi, dan kepulauan Maluku yang perbandingan luasnya jauh di atas pulau Jawa, Madura dan Bali kepadatan penduduk sangatlah rendah. Ini merupakan bukti bahwa distribusi penduduk Indonesia sangat tidak merata. Hal ini disebabkan oleh urbanisasi yang berkaitan dengan usaha mencari kemakmuran di kota besar.
            Namun, disamping masalah jumlah penduduk yang besar dan distribusi yang tidak merata, ada satu hal lagi yang menjadi ciri yang juga tak kalah menonjolnya dengan yang lain, yaitu kualitas sumberdaya manusia yang rendah, keadaan tingkat pendidikan yang rendah dan penguasaan ketrampilan yang kurang.
            Untuk memberi gambaran tentang rendahnya tingkat pendidikan rakyat dan rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, dapat dilihat dari laporan World Competitive Report (1996) menunjukkan bahwa peringkat daya saing sumberdaya manusia Indonesia dari 46 negara yang disurvei oleh WCR sangat rendah. Dilihat dari indikator SDM tersebut Indonesia menempati peringkat ke-45, yang mencerminkan rendahnya rendahnya SDM Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik