Pages

Kamis, 04 April 2013

Cara Mengukur Dioda Bridge

Dioda ini adalah gabungan dari 4 buah dioda yang dijadikan satu/ maksudnya satu kemasan. Model Dioda ini akan semakin besar tergantung dengan kuat amper yang bisa dihasilkannya. Ada beberapa model yaitu 2-3-5 atau 10 bahkan 25 Amper. Penggunaannya didalam elektronik selalu berada dibagian terdepan yaitu power supply baik model analog maupun elektrik. Model Dioda Bridge :
dioda-bridge-25-A-300x225
Terkadang Dioda model ini jarang terjadi kerusakan terkecuali oleh faktor lain, misalnya terkena arus lebih dari petir atau mungkin kesalahan manusia/ maksudnya enggak sengaja sehingga terjadi konsleting. Karena didalam Dioda ini ada 4 buah Dioda maka kita bisa lakukan pengukuran untuk memastikan apakah Dioda ini masih dalam kondisi baik atau tidak.  Sebenarnya apa sih penyebab kerusakan yang terjadi pada Dioda ? ini bisa karena :
1 Umur diodanya/ usia pakai dengan temperatur yang konstan/ tinggi
2 Rusaknya Capasitor filter
3 Terjadinya konsleting dibagian rangkaian yang mendapat supply dari Dioda ini.
Dioda Bridge jika terjadi kerusakan biasanya hanya 1 atau 2 dioda saja , cuma karena modelnya satu kemasan maka mesti diganti semuanya. Di body Dioda bridge biasanya ada keterangan yaitu :
1 – Minus
2 AC
3 AC
4 + Plus
Dengan adanya keterangan tentunya akan memudahkan dalam melakukan pengukuran, lebih rinci bisa dilihat pada video diatas. Apabila kita dapatkan hasil pengukuran antara kaki Anoda dan Katoda dengan hasil 0 ohm maka itu menandakan Dioda sudah shot/ rusak . Sedikit pembelajaran semoga bisa bermanfaat.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik