Pages

Senin, 25 Maret 2013

Pengertian Kepemimpinan


Pengertian Kepemimpinan Pendidikan
   a. Pengertian Kepemimpinan
Pengertian “kepemimpinan” bersifat universal dan terdapat pada berbagai bidang kehidupan manusia. Secara umum kepemimpinan (leadership) berarti:” Kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan, dan bila perlu memaksa orang lain agar ia menerima pengaruhnya dan selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud atau tujuan tertentu  (Hendiyat Soetopo & Wasti Soemanto, 1998:1).
Untuk lebih jelasnya definisi kepemimpinan ini, penulis kemukakan beberapa pendapat antara lain:
Drs. Mardjan Syam dalam bukunya Kepemimpinan dalam Organisasi mengatakan bahwa: “kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan guna mempengaruhi serata menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan atau proses pemberian bimbingan dari pimpinan atau teladan, pemberian jalan yang mudah (fasilitas) dari pekerjaan orang lain yang terorganisir dalam organisasi formal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan” (Drs. Mardjan Syam, 1998:2).
Ngalim Purwanto dalam bukunya Administrasi dan Supervisi Pendidikan mengatakan bahwa: “kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mereka mau dan dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin serta merasa tidak terpaksa (Ngalim Purwanto,1995:26).
Hadari Nawawi dalam bukunya Administrasi Pendidikan mengatakan bahwa:
Kepemimpinan adalah proses mengarahkan, membimbing, mempengaruhi, atau mengawasi pikiran, perasaan atau tindakan dan tingkah laku orang lain.
 Kepemimpinan adalah tindakan atau perbuatan diantara perseorangan dan kelompok yang menyebabkan baik orang, seorang maupun kelompok bergerak kearah tujuan tertentu  (Hadari Nawawi, 1989:79).
Dari beberapa definisi kepemimpinan tesebut diatas, dapat diambil pengertian lain bahwa:
1.      Kegiatan menggerakkan orang-orang berarti keseluruhan proses pemberian motivasi agar mereka suka dan mau bekerja secara tulus dan sungguh sungguh demi tercapainya suatu tujuan secara efektif, efisien dan ekonomis. Oleh karena itu baik pemimpin maupun yang dipimpin harus berusaha bersama untuk mencapai tujuan bersama, disamping itu rasa persatuan harus selalu diciptakan dan dipelihara dalam suatu kelompok.
2.      Kegiatan tersebut dilakukan oleh seorag yang berani tampl kedepan dengan memberikan bimbingan mempengaruhi dan mendorong terwujudnya tindakan-tindakan atau tingkah laku yang terarah pada tujuan.
 Berangkat dari pengertian mempengaruhi, membimbing, dan mendorong orang lain, kepemimpinan dapat dibagi atas:
1.      Kepemimpinan tidak langsung (indirect leadership) ; seperti kepemimpinan seorang ahli  ilmu, seorang pengarang, seorang artis, dengan melalui karangan, karangan atau buku-bukunya.
2.      Kepemimpinan langsung (direct leadership) ; pengaruh-pengaruh kepemimpinan ini dilakukan melalui sikap, perbuatan dan kata-kata secara lansung terhadap anak buah atau pengikutnya. Kepemimpinan macam ini disebut juga “face to face leadership” .
Dari definisi-definisi dan pembagian kepemimpinan sebagaimana tersebut diatas, dapatlah diambil suatui kesimpulan bahwa, kepemimpinan adalah seluruh serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau bekerja dan dapat melaksanakan apa yang dikehendaki oleh pimpinannya dengan rela, penuh semangat demi tercapainya suatu tujuan.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberi komentar terhadap artikel diatas

 
Design by panduan teknisi | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | panduan mikrotik